Wednesday, August 20, 2008

serial penjelasan hadits al-arba'in nawawiyah 18

Hadits yang kedelapan belas

Bertakwa kepada Allah dan berakhlak mulia


عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اتَّقِ اللَّهِ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعْ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ
رواه الترمذي وقال: هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ
Yang artinya:

Dari Abu Zarr R.A ia berkata: Rasulullah telah bersabda kepadaku ; bertakwalah kepada Allah dimanapun engkau berada, ikutilah keburukan itu dengan kebaikan dan pergauilah manusia dengan akhlak yang baik.
(H.R. Tirmizi ia berkata hadits ini hasan shahih)

Penjelasan :

1. Takwa adalah ditafsirkan oleh imam Ali R.A;

الخوف من الجليل والعمل بالتنزيل والقناعة بالقليل والاستعداد ليوم الرحيل

Takut terhadap yang Allah yang Mulia, mengamalkan Al-Quran, merasa cukup dengan hal yang sedikit dan mempersiapkan untuk hari kembali (hari akhirat).

Takwa kepada Allah adalah dalam segala hal dan kondisi seperti firman Allah S.W.T:

إن الذين يخشون ربهم بالغيب لهم مغفرة وأجر كبير

Surah Al-Mulk ayat;12
yang artinya:

12. Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya yang tidak nampak oleh mereka, mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar.

Jika kita perhatikan ayat ini Allah memuji orang yang takut kepadanya dalam keadaan sendiri. Karena manusia ketika bersama yang lainnya lebih condong untuk malu dan tidak melakukan maksiat dan takut kepada Allah terlebih apabila orang yang ada di sekililingnya orang-orang yang sholeh. Jangan sampai ketakwaan kita hanya ketika orang melihat kita atau ketika banyak orang , namun ketika tidak ada seorangpun kita tidak bertakwa kepada Allah. Kita harus sadar Allah melihat kita.

2. Rasulullah S.A.W menyuruh kita apabila kita melakukan suatu kesalahan maka kita harus mrngikutinya dengan kebaikan seperti firman Allah S.W.T:


وأقم الصلوة طرفي النهار وزلفا من الليل إن الحسنات يذهبن السيئات ذلك ذكرى للذاكرين


114. Dan Dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.

3.Rasulullah memerintahkan untuk ber-akhlak baik dengan manusia karena ahlak yang baik adalah cerminan dari takwa seseorang. Bagaimana pun seseorang taat beribadah tapi ia tidak bisa berakhlak baik maka amalannya tidak akan mengantarkannya ke surga.

Dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Hakim dalam Mustadraknya dari Abu Hurairah R.A; dikatakan kepada nabi : sesungguhnya seorang perempuan (fulanah) ia shalat malam dan puasa di siang tapi lisannya menyakiti tetangganya, lidahnya panjang. Rasulullah berkata tentangnya : tidak ada kebaikan pada dirinya ia di neraka. Kemudian dikatakan kepadanya : seseorang peremapuan (fulanah) ia melakukan sholat yang fardhu, puasa bulan Ramadhan, bersedekah hanya dengan susu kering dan ia tidak pernah menyakiti seseorang . Rasul berkata: Ia di surga.

Dalam Shahih muslim dari Nawwas bin Sam'an Al-anshari ia berkata: saya bertanya kepada Rasulullah S.A.W tentang kebaikan dan dosa maka Rasulullah menjawab :

البر حسن الخلق والإثم ما حاك في صدرك وكرهت أن يطلع عليه الناس

Kebaikan adalah akhlak yang baik dan dosa adalah apa yang berguncang di hati dan engkau tidak ingin orang lain mengetahuinya .

Rupa yang baik, jasmani yang indah tanpa akhlak yang baik akan sangat kurang. Dari Abdullah bin Mas'ud ; Rasulullah mengatakan dalam doanya :
اللهم كما حسنت خلقي فحسن خلقي

Ya Allah sebagaimana engkau megindahkan jasmaniku maka indahkanlah akhlak-ku
H.R.Ahmad (Shahih)


semoga kita menjadi orang yang bertakwa dalam segala kondisi, sendiri dan berkelompok, segala tempat , menjadi orang yang selalu mengikuti kesalahan dengan perbuatan baik dan berakhlak baik kepada sesama manusia.


والحمد لله رب العالمين

No comments:

Post a Comment

tinggal kan comment anda disini

Post a Comment