Monday, May 25, 2009

peserta didik dan kurikulum menurut Islam

Peserta didik dan Kurikulum dalam perspektif Islam

Peserta didik
Peserta didik adalah orang yang menerima informasi dan mereka tidak terbatas dalam golongan atau umur tertentu
Pada dasarnya setiap muslim seharusnya adalah menjadi peserta didik karena rasulullah S.A.W. pernah bersabda: طلب العلم فريضة على كل مسلم
“Menuntut ilmu adalah fardhu atas semua orang muslim” .
Perlukah adanya pengelompokkan umur untuk peserta didik ??
Pada zaman keemasan islam, Umur peserta didik bukanlah menjadi patokan untuk mengikuti pendidikan.
Yang terpenting dari peserta didik adalah kesiapan mereka untuk menerima informasi dan ilmu tersebut. Pada zaman dahulu kita sering mendengar orang telah menghafal Al-Qur’an dibawah usia 10 tahun. Hal ini terjadi karena peserta didik sudah siap betul untuk menerima informasi.
Istri rasulullah S.A.W adalah istri rasulullah yang termuda namun bisa menyerap informasi yang banyak dari suaminya rasulullah S.A.W. Rasulullah S.A.W ketika wafat aisyah masih berumur 18 tahun. Aisyah mempunyai
majlis ilmu di masjid nabawi yang dihadiri oleh senior dan junior sahabat.
Sebaliknya tuanya umur bukanlah penghalang untuk menjadi peserta didik. Salah seorang ulama yang bernama Abdullah bin ahmad bin Abdullah almarwazi al-khurasani yang dikenal dengan al-qaffal beliau memulai menuntut ilmu pada usia 30 tahun .
Hal-hal yang harus dimiliki oleh peserta didik:
1. Kesiapan mental untuk menyerap informasi
2. Kesiapan otak untuk menyerap informasi
Pada point ini peserta didik harus menjaga kesehatan otaknya yaitu dengan cara tidak mengkonsumsi hal-hal yang dapat merusak otak seperti narkotika atau minuman keras.
3. Mengikuti segala informasi yang akan diberikan
Agar peserta didik mempunyai pemahaman yang komperehensif pada apa yang ia pelajari.
4. Menjaga adab kepada guru/dosen
Tanpa adab kepada guru/dosen ilmu yang telah didapatkan tidak akan bermanfa’at.
5. Mempunyai semangat yang tinggi
Dalam pepatah: من جدَّ وجد yang artinya: “barang siapa yang bersungguh-sungguh ia dapat”.
Kurikulum dalam pandangan Islam
Kurikulum adalah garis-garis besar yang diajarkan kepada peserta didik. Kurikulum juga berarti buku tertentu atau mata pelajaran / mata kuliah tertentu yang ditetapkan untuk peserta didik untuk mempelajarinya. Kurikulum juga adalah rencana pembelajaran yang mengikuti metode tertentu.
Biasanya kurikulum disesuaikan dengan jenjang pendidikan seseorang. Kurikulum adalalah hal yang mesti adanya untuk peserta didik agar ia mengetahui arah pendidikannya.
Misalnya kita mengenal adanya kurikulum diknas. Yaitu kurikulum yang di tetapkan untuk para peserta didik pada setiap jenjangnya. Juga kita pernah mendengar adanya kurikulum seperti kurikulum azhar atau cambdrige dan lainnya yang mengacu kepada kurikulum lembaga tertentu.
Kurikulum seharusnya memberikan perencanaan pembelajaraan yang jelas dan gamblang sehingga peserta didik dapat mengikuti apa yang ia akan pelajari.
Kurikulum seharusnya tidak terlalu banyak dan membebani peserta didik. Hal ini disesuaikan dengan kemampuan peserta didik. Sehingga peserta didik bisa lebih fokus dalam apa yang ia pelajari yang menghasilkan pemahaman dan penguasaan yang baik terhadap apa yang ia pelajari.
Pada zaman ke-emasan islam seorang peserta didik mempelajari disiplin ilmu tertentu sampai ia tuntas menyelesaikannya. Setelah itu ia beranjak mempelajari disiplin ilmu lainnya.
Kelemahan kurikulum zaman sekarang adalah terlalu banyaknya mata pelajaran atau mata kuliah yang diberikan sehingga peserta didik tidak menguasai dengan baik apa yang ia pelajari.
Pada kurikulum diknas di jenjang sekolah dasar sampai sekolah menengah atas, peserta didik sebenarnya belum diarahkan untuk takhassus atau konsentrasi dalam satu bidang tertentu. Peserta didik mempelajari mata pelajaran yang banyak yang ia tidak dituntut untuk berkonsentrasi pada satu bidang tertentu.
Sebenarnya pendidikan yang efektif adalah mengetahui bakat intelligent setiap peserta didik sejak kecil sehingga ia bisa diarahkan pada bakat yang ia miliki tersebut .

Monday, May 4, 2009

pengantar pendidikan Islam

Pengantar Pendidikan Islam

a. Definisi pendidikan Islam:
Dalam bahasa arab kita sebut dengan tarbiyah islamiyah
Yang dimaksudkan dengan pendidikan Islam adalah mendidik dengan ajaran-ajaran Islam.
Ajaran islam yang mencakup akidah, syari’ah dan akhlak.
Pendidikan Islam sama seperti mata kuliah lainnya mempunyai silabus dan metodologi sendiri.
b. Pembagian pendidikan Islam:
Secara garis besar pendidikan islam bisa dibagi menjadi dua:
a. Yang pertama adalah pendidikan yang non formal
Yang didapatkan oleh manusia semenjak ia lahir ke dunia ini. Yang sangat berperan pada pendidikan non formal ini adalah orang tua.
Dalam al-Qur’an Allah menyebutkan pendidikan anak dalam firmannya:
وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
Dan katakanlah Tuhan-ku sayangilah keduanya sebagaimana mereka telah mendidik aku ketika kecil. Surah 17 (al-isra’) ayat 24.
b. Yang kedua adalah pendidikan formal:
Yaitu yang didapatkan oleh manusia melalui lembaga pendidikan baik dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi atau universitas.
Pada pendidikan formal ini seorang siswa / mahasiswa akan mendapatkan pelajaran/mata kuliah tentang pendidikan agama islam yaitu ajaran agama islam yang dimasukkan kedalam silabus dan dibagi menjadi beberapa pertemuan.
c. Cakupan pendidikan Islam:
Telah dijelaskan diawal bahwa pendidikan agama islam adalah mengajarkan orang muslim akidah, ibadah, mu’amalah dan akhlak. Baca tulis Al-Qur’an juga dimasukkan dalam silabus pendidikan agama islam di sekolah-sekolah.
Mempelajari agama islam secara komperehensif membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Oleh sebab itu pendidikan formal tidak bisa seorang muslim merasa cukup dengan mendapatkan materi agama islam di bangku-bangku sekolah atau di bangku kuliah.

d. Dasar pendidikan islam:
Dasar pendidikan islam adalah Al-Qur’an dan Sunnah Shahihah itu sendiri.
e. Tahapan pendidikan islam:
Pada tahapan pengajaran pendidikan islam yang pertama adalah masalah akidah. Dengan tujuan orang muslim mempunyai akidah yang kuat dan kokoh tidak terkontaminasi dengan syirik dan juga tidak terayu untuk masuk akidah non islam.
Setelah akidah telah kuat dan kokoh maka seorang muslim akan diajarkan apa itu syari’ah yang mencakup ibadah dan mu’amalah. Pada tahapan ini seorang muslim di ajarkan dasar-dasar ‘ibadah. Tidak dituntut mengetahui semua praktek syari’ah namun setidaknya mengetahui praktek ibadah sehari-hari dan mu’amalah yang sering ia praktekan dalam kehidupan sehari-hari.
Setelah ia mempelajari cara beribadah dan bermu’amalah dalam kesehariannya barulah ia mempelajari akhlak secara menyeluruh dan tidak tertinggal sedikitpun. Terlebih pada zaman sekarang yang orang sudah tidak banyak perhatian kepada akhlak (perilaku).
kajian-kajian yang dalam pada 3 bagian tersebut yaitu akidah , syariah dan akhlak telah menjadi ilmu tersendiri bahkan mempunyai cabang-cabangnya yang banyak.
Misalnya dalam masalah akidah. Kajian ini menjadi satu mata kuliah khusus yang dipelajari sampai tingkat s3 (doctoral). Begitu pula juga dengan syari’ah yang terbagi menjadi ibadah dan mu’amalah. Mu’amalah yang terbagi menjadi misalnya mu’amalah harta, perbankan, mu’amalah pidana dan perdata yang dibahas secara luas pada cabang-cabangnya yang masuk pada jurusan-jurusan dalam satu fakultas islam.
Adapun akhlak maka ia bukanlah kajian yang berkembang menjadi kajian yang luas. Karena akhlak adalah perilaku yang harus kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari yang seharusnya di pupuk semenjak dini dan menjaganya sampai akhir hayat.

Wednesday, April 15, 2009

akhlak dalam Islam

Akhlak dalam Islam

1. Pengertian akhlak
Ahlak dalam bahasa arab adalah bentuk jamak dari khuluk خلق yaitu perilaku.
Jadi ahlak adalah perilaku manusia secara umum. Dengan ini ahlak atau perilaku itu bisa baik ataupun buruk. Kita bisa menyebut ahlak hasanah =ahlak hasanah = ahlak yang baik. Kita juga sering menyebutnya dengan ahlak karimah (ahlak yang mulia) kita mengatakan ahlak sayyi’ah= ahlak yang buruk = perilaku yang buruk.
Di dalam al-quran akhlaq disebutkan dalam bentuk mufrad (tunggal) dalam firmannya surah al-qalam (64) ayat 4:
وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ
Sungguh engkau (Muhammad S.A.W) mempunyai akhlak yang agung.
2. Pentingnya mempunyai ahlak hasanah (akhlak yang baik)
Islam adalah agama yang mengatur cara berperilaku manusia. Tanpa perilaku yang baik manusia akan sangat berpotensial dalam membuat kerusakan. Perlunya membina ahlak adalah sebagai salah satu misi nabi Muhammad S.A.W dalam haditsnya:
إنما بعثت لأتمم مكارم الأخلاق
Sesunnguhnya aku diutus untuk menyempurnakan keutamaan – keutamaan ahlak. Hadits shahih riwayat al-bukhari dalam al-adabul mufrad dari abu hurairah R.A.
Ahlak nabi adalah al-qur’an itu sendiri sebagaimana yang diriwayatkan aisyah R.A ketika ditanya tentang akhlak nabi S.A.W beliau menjawab: akhlak nabi adalah al-qur’an.
Ibnu katsir mengatakan: artinya nabi adalah pengaplikasian al-qur’an baik menjalan perintahnya ataupun meninggalkan larangannya, sebagai sifat dan budi pekertinya. Istiqamah pada al-qur’an dalam menjalankan perintah dan meninggalkan larangannya. Mempunyai akhlak yang dipuji oleh al-qur’an dan menjauhi dari segala yang Al-Qur’an cela.
Pentingnya mempunyai ahlak yang baik digambarkan dalam sya’ir ahmad syauqi:
إنما الأمم الأخلاق ما بقيت فإن همو ذهبت أخلاقهم ذهبوا
Sesungguhnya para umat manusia akan tetap ada selama akhlaknya ada, apabila akhlak mereka hilang maka binasalah ummat manusia.

Ahlak jahiliyyah sebelum islam datang:
1. Menguburkan anak hidup-hidup
2. Banyaknya perzinahan
3. Berjudi
Dan yang lainnya.
3. Pembagian akhlak hasanah/ karimah
Akhlak hasanah / karimah secara garis besar bisa dibagi menjadi dua:
Yang pertama adalah berakhlak yang baik kepada pencipta yaitu Allah S.W.T :. Yaitu dengan cara menerima segala hukum syari’at dengan ridha’ dan pasrah. Tidak merasa keberatan dengan hal-hal tersebut. Apabila Allah memerintahkan kepadanya untuk shalat , zakat , puasa dan lainnya ia akan menerimanya dengan hati yang lapang.
Yang kedua adalah berakhlak yang baik kepada sesama manusia misalnya dengan mencegah perbuatan yang melukai, wajah yang berseri-seri dan lain-lainnya.
Dari ‘Aisyah R.A. ia berkata: rasulullah S.A.W berdo’a dan berkata:
Ya Allah sebagaimana engkau telah membuat fisik-ku indah maka indahkanlah ahlakku. H.R.Ahmad.
Ya Allah aku berlindung dengan Mu dari perpecahan, kenifakan dan ahlak yang buruk.
H.R.Abu Daud dan An-Nasa’I
4. Akhlak nabi
a. Dengan istri-istrinya:
Sebaik-baiknya kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya dan aku adalah yang paling baik kepada keluarganya.
Nabi adalah orang yang lembut kepada istri-istrinya dan baik kepada mereka. Beliau melembutkan panggilan aisyah dengan memanggail “wahai ‘ai-sy”. Beliau juga memanggilnya dengan “humaira” yang berarti “kemerah-merahan”. Beliau juga memanggilnya dengan nama bapaknya : wahai anak perempuannya shiddiq (abu bakar shiddiq).
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْصِفُ نَعْلَهُ وَيَخِيطُ ثَوْبَهُ وَيَعْمَلُ فِي بَيْتِهِ كَمَا يَعْمَلُ أَحَدُكُمْ فِي بَيْتِهِ
Dari aisyah R.A: rasululullah S.A.W. memperbaiki sendalnya, menjahit pakaiannya dan bekerja di rumahnya seperti seseorang diantara kalian bekerja di rumahnya.
Hadits shahih riwayat Imam Ahmad.
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْصِفُ نَعْلَهُ وَيَخِيطُ ثَوْبَهُ وَيَعْمَلُ فِي بَيْتِهِ كَمَا يَعْمَلُ أَحَدُكُمْ فِي بَيْتِهِ
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ
خَرَجْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي بَعْضِ أَسْفَارِهِ وَأَنَا جَارِيَةٌ لَمْ أَحْمِلْ اللَّحْمَ وَلَمْ أَبْدُنْ فَقَالَ لِلنَّاسِ تَقَدَّمُوا فَتَقَدَّمُوا ثُمَّ قَالَ لِي تَعَالَيْ حَتَّى أُسَابِقَكِ فَسَابَقْتُهُ فَسَبَقْتُهُ فَسَكَتَ عَنِّي حَتَّى إِذَا حَمَلْتُ اللَّحْمَ وَبَدُنْتُ وَنَسِيتُ خَرَجْتُ مَعَهُ فِي بَعْضِ أَسْفَارِهِ فَقَالَ لِلنَّاسِ تَقَدَّمُوا فَتَقَدَّمُوا ثُمَّ قَالَ تَعَالَيْ حَتَّى أُسَابِقَكِ فَسَابَقْتُهُ فَسَبَقَنِي فَجَعَلَ يَضْحَكُ وَهُوَ يَقُولُ هَذِهِ بِتِلْكَ
Dari ‘Aisyah beliau berkata: aku pernah keluar dengan nabi Muhammad S.A.W dari pada sebagian perjalanannya dan aku ketika itu masih kecil aku belum gemuk. Rasulullah berkata kepada sahabatnya majulah kalian kedepan mereka pun jalan kedepan. Kemudian rasulullah S.A.W berkata kepadaku: kesinilah aku akan berlomba lari denganmu maka aku berlomba lari dengannya. aku mengalahkannya. Ketika aku gemuk dan aku menjadi lupa aku keluar dengannya dalam suatu perjalanan kemudian ia berkata kepada sahabatnya majulah kedepan mereka pun maju kedepan. Kemudian rasululullah S.A.W berkata kepadaku kemarilah kita lomba lari aku pun lomba lari denganya dan beliau mengalahkanku . Rasulullah S.A.W tertawa dan mengatakan ini (ketika gemuk) dengan yang itu (ketika kurus). Artinya ingin mengatakan bahwa dulu dengan sekarang adalah berbeda kerena dahulu ‘asiyah tidak gemuk.
b. Sikap adil rasulullah S.A.W:
Rasulullah bersabda dalam satu kejadian pencurian yang dilakukan oleh seorang perempuan dari bani makhzum
Demi Allah seandainya Fatimah anak Muhammad S.A.W mencuri pasti aku akan potong tangannya.
لَوْ أَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ مُحَمَّدٍ سَرَقَتْ لَقَطَعْتُ يَدَهَا
Hadits H.R.Bukhari dan Muslim dari ‘aisyah R.A.
Cara nabi Muhammad S.A.W berbicara:
Dalam musnad abu ya’la dengan sanad yang shahih dari urwah bin zubair ia berkata: seorang laki-laki duduk di halaman depan kamar aisyah ia pun berbicara. Aisyah pun berkata: seandainya saya saya tidak sedang bertasbih maka pastilah saya akan katakan kepadanya: tidaklah rasulullah S.A.W berbicara dengan cepat seperti kalian berbicara. Perkataan rasulullah S.A.W adalah jelas di fahami oleh hati.
عروة بن الزبير قال : جلس رجل بفناء حجرة عائشة فجعل يتحدث قال : فقالت عائشة : لولا أني كنت أسبح لقلت له : ما كان رسول الله يسرد الحديث كسردكم إنما كان حديث رسول الله صلى الله عليه و سلم فصلا تفهمه القلوب
Rasulullah S.A.W tidak pernah berbicara pada suatu yang tidak penting yang diisyaratakan dalam sabdanya: dari sebagian tanda baiknya islam seseorang adalah ia meninggalkan apa yang tidak penting baginya.
من حسن إسلام المرء تركه ما لا يعنيه
Hadits hasan riwayat tirmizi dari abu hurairah R.A .
c. Ahlak nabi kepada anak kecil.

حَدَّثَنَا شَرِيكُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ سَمِعْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ يَقُولُ
مَا صَلَّيْتُ وَرَاءَ إِمَامٍ قَطُّ أَخَفَّ صَلَاةً وَلَا أَتَمَّ مِنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَإِنْ كَانَ لَيَسْمَعُ بُكَاءَ الصَّبِيِّ فَيُخَفِّفُ مَخَافَةَ أَنْ تُفْتَنَ أُمُّهُ

Anas bin malik R.A. berkata: tidaklah aku shalat dibelakang seorang imam pun yang lebih ringan dan lebih sempurna dari rasulullah S.A.W. apabila ia mendengar tangisan anak kecil ia meringankan shalatnya khawatir ibunya terganggu (dalam shalatnya). Hadits riwayat al-bukhari dari anas bin malik R.A.

d. Akhlak nabi S.A.W kepada pembantu:
Dalam Shahih Muslim dari anas bin malik R.A ia berkata: aku membantu rasulullah S.A.W selama 10 tahun. Demi Allah beliau tidak pernah sekalipun mengatakan “ahh” kepada saya. Beliau tidak pernah mengatakan terhadap sesuatu kenapa engkau lakukan ini, sebaiknya engkau melakukan ini. Dalam riwayat lain dalam shahih muslim: dia tidak pernah mencelaku.
e. Kasih sayang nabi Muhammad S.A.W:
Dalam surah al-anbiya ayat 107: dan tidaklah kami mengutus engkau kecuali sebagai kasih sayang bagi alam semesta. وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
Dari abu hurairah R.A: dikatakan kepada nabi S.A.W : do’akanlah yang buruk untuk orang musyrik rasulullah S.A.W bersabda: aku tidak diutus sebagai pengutuk aku diutus sebagai penyayang. H.R.Muslim.
Dari abu Hurairah R.A. ia berkata: telah bersabda rasulullah S.A.W : ya Allah sesungguhnya aku adalah manusia, maka siapa pun yang pernah aku cela atau laknat atau saya cambuk maka jadikanlah semua itu baginya sebagai zakat (pembersih dosa) dan kasih sayang.
f. Rasulullah adalah orang yang pema’af:
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh imam muslim dari anas bin Malik R.A. ia berkata: ketika kami di mesjid dengan rasulullah S.A.W ketika datang kepadanya seorang arab badui ia berdiri dan buang air kecil. Berkatalah sahabat rasulullah S.A.W: hentikan, hentikan. Rasulullah S.A.W bersabda: jangan hentikan dia. Mereka pun membiarkannya sampai ia menyelesaikan hajat-nya. Kemudian rasulullah S.A.W memanggilnya dan berkata kepadanya: sesungguhnya mesjid-mesjid ini tidaklah pantas untuk buang air kecil atau hal yang kotor. Mesjid adalah untuk zikir kepada Allah, shalat dan membaca al-qur-an (atau sebagaimana rasulullah S.A.W bersabda) ia berkata maka rasulullah S.A.W memerintahkan seseorang (untuk membersihkannya) maka ia membawa se- ember air dan menyiramkannya diatasnya.
g. Sifat rendah hatinya nabi Muhammad S.A.W:
Rasulullah S.A.W. melarang dari sifat sombong: ia bersabda: tidak masuk surga orang yang ada di dalam hatinya ada sedikit dari kesombongan.
Rasulullah S.A.W memenuhi undangan makan walaupun hanya dengan roti gandum dan minyak kering yang sudah berubah baunya. Hadits shahih riwayat. At-Tirmizi dalam asy-syamail dari anas bin malik R.A.
h. Kezuhudan nabi Muhammad S.A.W
Rasulullah kadang tidur diatas kasur. Kadang tidur diatas tikar. Kadang tidur diatas diatas kasur yang terbuat dari kulit.kadang tidur diatas tanah, kadang tidur dikasur yang terkena pasir atau baju hitam.
Dari ‘urwah dari ‘aisyah R.A. ia berkata kepada ‘Urwah wahai anak kakak perempuanku sesungguhnya kami melihat bulan sabit, kemudian bulan sabit, kemudian bulan sabit, 3 bulan sabit dalam 2 bulan dan tidak menyala di kamar-kamar nabi S.A.W sedikit api pun (tidak memasak). akupun berkata wahai bibi apa yang dengan apa kalian makan. Aisyah pun berkata: al-aswadan (dua yang hitam) yaitu korma dan air. Hanya saja rasulullah S.A.W mempunyai tetangga dari kaum anshar yang mempunyai hal-hal yang bisa bisa diberikan. Mereka memberikan sebagian dari susu-susu yang mereka punya maka kami bisa minum. H.R. bukhari dan Muslim .
i. Gurauan nabi Muhammad S.A.W:
Seorang perempuan tua meminta rasulullah S.A.W untuk mendoakannya. Ia berkata: wahai rasululullah S.A.W wahai rasulullah S.A.W do’akanlah saya agar Allah memasukkan saya surga. Kemudian rasulullah S.A.W menjawab: wahai ibunya fulan sesungguhnya surga tidak dimasukki orang tua. Perempuan tua tadi menangis. Rasulullah S.A.W bersabda: kasihlah kabar kepadanya bahwa surga tidak akan dimasukki orang tua. Sesungguhnya Allah S.W.T berfirman : sesungguhnya kami menghidupkannya kembali, maka kami menjadikannya gadis-gadis .. (al-waqi’ah 35-37)
J. Saling membantunya nabi Muhammad S.A.W:
..barang siapa yang bisa bermanfa’at (membantu) saudaranya maka bantulah.. H.R. Muslim dari jabir R.A.

Tuesday, April 7, 2009

Pandangan Hidup Muslim

Pandangan seorang muslim terhadap kehidupan:

1. Melihat kehidupan ini sebagai ladang untuk akhirat. Dunia adalah tempat menabung kebaikan sebanyak-banyaknya agar bisa dipetik hasilnya nanti pada hari kiamat.
Dalam surah 42 (Asy-Syura) ayat 20:
مَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الْآخِرَةِ نَزِدْ لَهُ فِي حَرْثِهِ وَمَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ نَصِيبٍ
Yang artinya:
“Barang siapa yang menginginkan ladang di akhirat maka kami akan tambahkan baginya untuk ladangnya dan barang siapa yang menginginkan ladang dunia maka kami akan berikan bagiannya dan dia tidak akan memiliki bagiannya di akhirat “.
2. Dunia adalah hanya kenikmatan sementara belaka. Al-Qur’an mengistilahkannya dengan kenikmatan yang menipu karena ketika seseorang yang telah mencapai kenikmatan dunia bahkan berada dipuncaknya Allah akan mengambil kenikmatan itu dengan mendatangkan ajal kepadanya. Kenikmatan itu akan habis dan tidak akan kekal.
Surah Ghafir (40) ayat 39:
يَا قَوْمِ إِنَّمَا هَذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَإِنَّ الْآخِرَةَ هِيَ دَارُ الْقَرَارِ
“Wahai kaumku sesungguhnya kehidupan (dunia) ini adalah kenikmatan (sementara belaka) dan sesungguhnya hari akhir adalah tempat yang tetap (kekal)”.
3. Menghadapi hidup dengan penuh semangat dan tidak lemah ataupun malas-malasan
Karena rasulullah S.A.W berdoa :
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَالْهَرَمِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ
وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ
“Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari sifat lemah, malas, penakut, bakhil dan pikun. Dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah kehidupan dan kematian”. Hadits muttafaq alaih dari anas bin malik R.A.
4. Melakukan perubahan (perbaikan) dalam kehidupan :
Sebagaimana yang dikatakan oleh nabi Allah Syu’aib A.S :
..إِنْ أُرِيدُ إِلَّا الْإِصْلَاحَ مَا اسْتَطَعْتُ وَمَا تَوْفِيقِي إِلَّا بِاللَّهِ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ
“Dan tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan semampuku . dan tidaklah petunjukku kecuali dengan Allah kepada-Nya lah aku bertawakkal dan kepada-Nya lah aku kembali”.
Surah Hud ayat 88.
Allah juga berfirman dalam surah ar-ra’ad (13) ayat 11:
إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُ وَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ
Yang artinya: “Sesungguhnya Allah tidak merubah suatu kaum sampai mereka merubah dengan diri mereka sendiri dan apabila Allah menginginkan satu keburukan kepada suatu kaum maka tidak ada yang menghalanginya dan tidaklah mereka mempunyai penolong selain Allah”.
Telah benar lah orang yang mengatakan:
“Barang siapa yang hari ini lebih baik dari kemarin maka ia adalah orang yang beruntung. Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin maka dia adalah orang yang merugi dan barang siapa yang hari ini lebih buruk dari pada hari kemarin maka ia adalah orang yang terlaknat”.
من كان يومه خيرا من أمسه فهو رابح ومن كان يومه مثل أمسه فهو خاسر ومن كان يومه شرا من أمسه فهو ملعون
5. Tidak berputus asa:
Nabi ya’qub alaihissalam memerintahkan anak-anaknya agar mencari tahu keberadaan yusuf dan saudaranya (bunyamin) dan tidak untuk berputus asa dalam mencarinya.
يَا بَنِيَّ اذْهَبُوا فَتَحَسَّسُوا مِنْ يُوسُفَ وَأَخِيهِ وَلَا تَيْأَسُوا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِنَّهُ لَا يَيْأَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ
إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ
“Wahai anak-anakku pergilah dan carilah yusuf dan saudaranya (bunyamin) dan janganlah kalian putus asa dari karunia Allah sesungguhnya tidak putus asa dari karunia Allah kecuali kaum yang kafir”. Surah yusuf ayat 87.
6. Pasrah (tawakkal) setelah berusaha :
وَعَلَى اللَّهِ فَتَوَكَّلُوا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
Surah al-maidah ayat 23: “dan kepada Allah lah kalian bertawakkal apabila kalian adalah orang-orang yang beriman”.
Dalam hadits rasulullah S.A.W :
عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَوْ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَوَكَّلُونَ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرُزِقْتُمْ
كَمَا يُرْزَقُ الطَّيْرُ تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوحُ بِطَانًا
Dari Umar bin al-khattab berkata telah bersabda rasulullah S.A.W: “Seandainya kalian benar-benar bertawakkal kepada Allah maka kalian pasti akan diberikan rizki sebagai mana burung diberikan rizki pergi dalam keadaan lapar dan kembali dalam keadaan kenyang”. Hadits shahih riwayat tirmizi, ahmad dan lainnya.
7. Positif thinking (berpikir positif) husnuzhan kepada Allah.
Dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh imam ahmad dari abu hurairah R.A.: rasulullah bersabda: Allah berfirman:
“Aku bersama prasangka hamba-Ku dengan-Ku apabila ia berprasangka baik maka bagilah kebaikan, apabila ia berprasangka buruk maka baginya lah keburukan”
عَنْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « أَنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ قَالَ أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِى بِى إِنْ ظَنَّ بِى خَيْراً فَلَهُ
وَإِنْ ظَنَّ شَرًّا فَلَهُ
8. Menggunakan waktu sebaik-baiknya. Allah bersumpah dengan masa dalam surah al-ashr. Tidak lah Allah bersumpah dengan sesuatu kecuali sesuatu tersebut adalah sangat penting dan perlu diperhatikan.
وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3)
Yang artinya: 1.“Demi masa”. 2. “Sungguh manusia dalam kerugian”. 3. “Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shaleh dan berwasiat dengan kebenaran dan berwasiat dengan kesabaran”.
9. Hidup harus berkarya sebagai bentuk sumbangsih kita kepada islam dan ummatnya. Apa yang telah kita telah lakukan untuk islam?. Apa yang telah kita lakukan untuk manusia?. Apakah kita telah bermanfa’at bagi agama? Apakah kita telah memberikan manfa’at kepada sesama kita?
Surat at-taubah (9) ayat 105:
وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ وَسَتُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
Yang artinya: “Dan berbuatlah (berkaryalah) maka Allah akan melihat perbuatan kalian , rasul-Nya dan orang-orang yang beriman kemudian kalian akan dikembalikan kepada yang mengetahui yang ghaib dan yang tampak kemudian memberitahukan kepada kalian apa yang kalian telah perbuat”.
Rasulullah S.A.W. bersabda:
خير الناس أنفعهم للناس
Yang artinya: “sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfa’at bagi manusia”.
Hadits hasan riwayat al-quhda’I dari jabir R.A.

Tuesday, January 20, 2009

The Orphans in Islam

Anak yatim dan kedudukannya dalam Islam.

Pengertian Yatim:
Yatim dalam bahasa arab adalah :
Dari kata اليُتْمُ yang berarti “sendiri”. اليَتَمُ adalah yang tidak mempunyai bapak. Ibnu Sukait mengatakan yatim dari manusia adalah yang tidak mempunyai bapak sedangkan dari hewan adalah yang tidak mempunyai ibu dan tidak disebut yatim anak yang tidak mempunyai ibu. Ibnu Bari mengatakan: Yatim adalah anak yang tidak mempunyai bapak sedangkan العَجِيُّ adalah yang tidak mempunyai ibu sedangkan اللَّطِيْمُ adalah yang tidak mempunyai keduanya. Disebut anak yatim sampai ia baligh. Setelah ia baligh maka nama yatim itu hilang. (Lisanul Arab, Dar shader baerut 12/645)
Ibnu faris mengatakan dalam mu’jam al-maqayis fil lughah nya hal 1109 : yatim dari manusia adalah dari bapaknya sedangkan yatim untuk hewan adalah dari ibunya.
Jelaslah dari perkataan ahli bahasa di atas bahwa yatim adalah anak yang tidak mempunyai bapak sampai ia baligh. Ketika telah baligh maka tidak disebut yatim lagi.

Yatim dalam Al-Quran:
Al-Qur’an mengulang-ngulang kata-kata yatim di beberapa tempatnya baik dalam bentuk mufrad (singular) ataupun jamak (plural). Kaidah mengatakan: sesuatu apabila sering disebut maka menunjukkan pentingnya sesuatu tersebut.
Al-Qur’an membahas yatim dalam berbagai cara.
a. Dalam surah Ad-Dhuha ayat 6 Allah bercerita tentang nabi Muhammad S.A.W yang dilahirkan dalam keadaan yatim dan bagaimana Allah memberikannya perlindungan.
ألم يجدك يتيما فآوى
Tidak kah tuhanMu mendapatkanmu dalam keadaan yatim maka Ia melindungi(nya)
b. Dalam surah al-balad 12-14 Al-Qur’an berbicara tentang memberi makan anak yatim dan mensifatinya dengan jalan yang merintang (sukar)
وما أدراك ما العقبة فك رقبة أو إطعام في يوم ذي مسغبة
Dan apakah yang memberitahu kamu apa itu jalan yang merintang . adalah memerdekakan budak . atau member makan pada hari kelaparan. Anak yatim yang masih ada hubungan kerabat.
c. Dalam surah Al-baqarah ayat 83 Al-Qur’an berbicara tentang perjanjian yang dibuat oleh bani Israil yang salah satunya adalah berbuat baik kepada anak-anak yatim :
ﭽ ﯗ ﯘ ﯙ ﯚ ﯛ ﯜ ﯝ ﯞ ﯟ ﯠ ﯡ ﯢ ﯣ ﯤ ﯥ ﯦ ﯧ ﯨ ﯩ ﯪ ﯫ ﯬ ﯭ ﯮ ﯯ ﯰ ﯱ ﯲ ﯳ ﯴ ﭼ البقرة: ٨٣
dan ketika kita mengambil perjanjian dari bani israil “kalian tidak menyembah kecuali selain Allah dan berbuat baik kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan katakanlah kepada manusia hal yang baik dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat kemudian kalian tidak memenuhi janji itu kecuali hanya sedikit dari pada kallan dan kalian berpaling” .
d. Dalam surah An-Nisa ayat 36 Al-Quran mengumumkan perjanjian tersebut kepada semua manusia yang salah satunya juga adalah berbuat baik kepada anak-anak yatim.

Dan sembahlah Allah dan janganlah kalian menyekutukannya dengannya sesuatupun dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, orang yang masih ada hubungan kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang masih ada hubungan kerabat, tetangga jauh (tidak mempunyai hubungan kerabat) dan teman dalam perjalan dan anak yang sedang melakukan perjalanan dan apa-apa yang kalian miliki (budak)sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.
Jika kita perhatikan dua ayat ini maka urutan berbuat baik kepada anak yatim adalah urutan yang ke empat setelah ibadah kepada Allah tanpa meyekutukannya dengan sesuatupun, berbakti kepada kedua orang tua dan berbuat baik kepada kerabat.
Hal ini menunjukkan pentingnya berbuat baik kepada para anak yatim.
e. Dalam Surah Al-Baqarah ayat 220 Al-Quran menjelaskan pentingnya mengadakan perbaikan (ishlah) untuk anak yatim dalam firman-Nya:

Di dunia dan di akhirat. Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak-anak yatim katakanlah melakukan perbaikan untuk mereka adalah hal yang baik. Dan apabila kalian bercampur dengan mereka maka mereka adalah saudara kalian. Dan Allah mengetahui orang yang melakukan kerusakan dan yang melakukan perbaikan. Seandainya Allah ingin Ia pasti
Yang dimaksud dengan perbaikan disini adalah mendidik, membimbing mereka, memperlakukan mereka dengan baik. Menjaga harta-harta mereka. Tidak menggunakannya untuk yang tidak di syari’atkan. Perbaikan ini lebih baik dari pada meninggalkan mereka. oleh sebab itu Allah berfirman setelahnya: apabila kalian berinteraksi dengan mereka maka anggaplah mereka saudara kalian se-Islam. Bergaulah dengan mereka seperti saudara sendiri yaitu dengan dengan kasih sayang dan persamaan.
f. Pada awal-awal surah an-nisa ayat 2,3,6,10 Al-Qur’an menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan anak yatim yaitu :
2. Tidak boleh memakan harta mereka atau mencampurnya dengan harta kita
3. Menikahi anak yatim dalam rangka melindunginya
6. Mengembalikan harta anak yatim setelah mereka menikah
9. Orang yang memakan harta anak yatim maka sama saja seperti memakan api didalam perutnya.

g. Dalam surah Al-Baqarah ayat 177 Al-Qur’an menjelaskan bahwa termasuk kebaikan memberikan harta kepada anak yatim.
"Bukanlah kebaikan kalian menghadapkan muka-muka kalian ke timur dan ke barat akan tetapi kebaikan adalah orang yang beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat, kitab (Al-Qur’an), para nabi, memberikan hartanya dalam keadaan senang kepada kerabat, anak-anak yatim, orang miskin.."
h. Dalam surah An-Nisa 127 Al-Qur’an juga menyuruh kita agar berbuat adil kepada anak yatim. Allah berfirman:

...Dan agar kalian berbuat adil kepada anak-anak yatim dengan adil . dan apa yang kalian perbuat dari kebaikan maka sesungguhnya allah mengetahui dengannya. (an-nisa 127)
i. Dalam surah al-kahfi ayat 77, 82 Allah menceritakan tentang anak yatim dalam kisah perjalanan nabi musa A.S dengan Khidir A.S:
Khidir dan nabi musa A.S mendatangi satu kampung. Keduanya meminta makanan kepada penduduk kampung tersebut (sebagai bentuk menghormati tamu) namun mereka menolak dan tidak melakukannya. Khidir dan Musa A.S mendapatkan bangunan yang tinggi yang hampir roboh. Khidir A.S membetulkanya dan mengokohkannya lagi. Nabi Musa A.S melihat kejanggalan apa yang dikerjakan khidir . kontradiksi yang nyata. Bagaimana tidak. Mereka datang pada penduduk yang sangat pelit yang sebenarnya tidak memerlukan bantuan. Namun khidir membetulkan bangunan tersebut yang hampir roboh menimpa mereka. Nabi Musa A.S meminta khidir agar meminta kepada mereka upah pembetulan itu. Terlebih mereka dalam keadaan lapar dan tidak mendapatkan perlakuan yang baik di kampung ini. Oleh sebab itu Musa A.S berkata kepada khidir:
قال لو شئت لاتخذت عليه أجرا
Musa A.S berkata “kalau engkau ingin engkau mengambil upah dari pekerjaan tersebut” . khidir pun berpisah dari Musa A.S karena sesuai dengan perjanjian sebelumnya:
قال إن سألتك عن شيء بعدها فلا تصاحبني قد بلغت من لدني عذرا
Al-Kahfi Ayat 76.
Barulah khidir memberikan penjelasan atas perbuatan kontradiksi yang ia lakukan itu.
وأما الجدار فكان لغلامين يتيمين في المدينة ووكان تحته كنز لهما وكان أبوهما صالحا فأراد ربك أن أن يبلغا اشدهما ويستخرجا كنزهما رحمة من ربك
Dan adapun dinding itu maka adalah milik dua anak yatim di kota tersebut , dibawahnya ada kekayaan milik keduanya, kedua orang tuanya adalah orang yang shaleh. Maka Tuhan-Mu menginginkan mereka tumbuh besar dan mengeluarkan kekayaan tersebut sebagai kasih sayang dari Tuhan-Mu.
Lihatlah bagaimana Allah menjaga harta kedua anak yatim tersebut karena keshalehan kedua orang tuanya. Ayat 82

Yatim dalam Sunnah :
Sebagaimana Al-Quran berbicara banyak tentang anak yatim maka As-Sunnah juga banyak berbicara tentang hal tesebut.
Berikut hadits-hadits shahih yang berbicara tentang anak yatim.
Kedekatan rasulullah S.A.W dengan para penanggung anak yatim di surga nanti.
Rasulullah dalam hadits shahih bersabda:
أنا وكافل اليتيم في الجنة هكذا وأشار بالسبابة والوسطى وفرج بينهما شيئا
Aku dan penyantun anak yatim seperti ini disurga dan rasulullah S.A.W mengisyaratkan dengan (kedua jari tangannya) telunjuk dan jari tengahnya dan merenggangkan sedikit diantara kedua jari tersebut. Hadits riwayat al-bukhari (textnya), abu daud, at-tirmizi dari sahl bin sa’d R.A.
Nabi Muhammad S.A.W dilahirkan dalam keadaan yatim. Bapaknya Abdullah meninggal sedangkan beliau masih berumur 28 bulan (2 tahun 4 bulan). Ibunya Aminah meninggal umur nabi Muhammad S.A.W ketika itu 6 tahun 2 bulan (lihat Ar-Rahiqul Makhtum karangan Al-Mubarkafuri)
Rasulullah S.A.W sungguh telah merasakan bagaimana ditinggalkan bapak dan ibu dalam usia yang sangat kecil. Beliau di asuh oleh keluarganya kakek dan pamannya. Beliau merasakan didikan dan bimbingan dari selain orang tua. Oleh sebab itu beliau sangat menghargai para penganggung anak yatim yang kedudukannya di surga akan dekat dengannya seperti dekatnya jari telunjuk dan jari tengah.
Besarnya dosa orang yang memakan harta anak yatim:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوبِقَاتِ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا هُنَّ قَالَ الشِّرْكُ بِاللَّهِ وَالسِّحْرُ وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيمِ وَأَكْلُ الرِّبَا وَالتَّوَلِّي يَوْمَ الزَّحْفِ وَقَذْفُ الْمُحْصِنَاتِ الْغَافِلَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ

Dari abu hurairah R.A : sesungguhya Rasulullah S.A.W bersabda:

Tinggalkanlah tujuh yang menghancurkan. Mereka berkata: apakah hal-hal tersebut wahai rasulullah. Rasulullah pun menjawab: syirik kepada Allah, sihir, membunuh jiwa yang Allah haramkan kecuali dengan haknya, memakan harta anak yatim, memakan harta anak yatim, memakan harta riba, berpaling ketika berperang dan meng qhadzaf (menuduh) perempuan mu’minah yang tidak bersalah. H.R.Muslim

Rasulullah juga menjelaskan bahwa sebaik-baiknya pemilik harta adalah yang menginfak-kannya kepada anak yatim

..وَإِنَّ هَذَا الْمَالَ خَضِرٌ حُلْوٌ وَنِعْمَ صَاحِبُ الْمُسْلِمِ هُوَ لِمَنْ أَعْطَى مِنْهُ الْمِسْكِينَ وَالْيَتِيمَ وَابْنَ السَّبِيلَ أَوْ كَمَا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَإِنَّهُ مَنْ يَأْخُذُهُ بِغَيْرِ حَقِّهِ كَانَ كَالَّذِي يَأْكُلُ وَلَا يَشْبَعُ وَيَكُونُ عَلَيْهِ شَهِيدًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Dan sesungguhnya harta ini adalah hijau dan manis , sebaik-baiknya orang muslim adalah yang memberikan dari harta tersebut kepada orang miskin, anak yatim atau anak yang mengadakan perjalanan (sebagaimana rasulullah S.A.W. bersabda). Sesungguhnya orang yang mengambil harta tanpa haknya maka seperti orang yang makan namun tidak kenyang dan harta tersebut akan menjadi saksinya nanti pada hari kiamat. H.R.bukhari dan Muslim dari abu sa’id Al-Khudri R.A

Pesan Rasulullah S.A.W kepada Abu Zarr R.A tentang anak yatim:
عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ
قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا أَبَا ذَرٍّ إِنِّي أَرَاكَ ضَعِيفًا وَإِنِّي أُحِبُّ لَكَ مَا أُحِبُّ لِنَفْسِي لَا تَأَمَّرَنَّ عَلَى اثْنَيْنِ وَلَا تَوَلَّيَنَّ عَلَى مَالِ يَتِيمٍ
Dari abu zarr R.A berkata: telah bersabda kepada saya rasulullah S.A.W :
Wahai Abu zarr sesungguhnya aku melihat kamu adalah seorang yang lemah dan aku menginginkan kepadamu apa yang aku inginkan untuk diriku. Janganlah engkau menjadi pemimpin dan janganlah engkau mengurusi harta anak yatim.
Rasulullah mengatakan ini kepada abu zarr karena rasulullah mengetahui bahwa abu zarr lemah dalam mengurus atau memimpin sesuatu. Hadits ini juga mengajarkan kepada bahwa orang yang ingin mengurus harta anak yatim hendaknya ia adalah orang yang amanah. Kalau ada seseorang yang ingin mengurus harta anak yatim namun ia merasa bahwa dirinya tidak amanah maka seharusnya ia meninggalkan pekerjaan ini.
Rasulullah memperbolehkan kepada orang fakir yang mengurusi harta anak yatim :
عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ
أَنَّ رَجُلًا أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنِّي فَقِيرٌ لَيْسَ لِي شَيْءٌ وَلِي يَتِيمٌ قَالَ فَقَالَ كُلْ مِنْ مَالِ يَتِيمِكَ غَيْرَ مُسْرِفٍ وَلَا مُبَادِرٍ وَلَا مُتَأَثِّلٍ
Dari a’mr bin syu’aib dari bapaknya dari kakeknya sesungguhnya seseorang datang kepada nabi S.A.W kemudian ia berkataL saya adalah orang fakir saya tidak mempunyai sesuatu pun saya mempunyai anak yatim. Maka Rasullluah bersabda:
Makanlah dari harta anak yatim anda tanpa berlebihan dan tidak menjadikan harta tersebut sumber utama hartanya.
Kesimpulan
Anak yatim dibagi menjadi dua golongan:
Anak yatim yang tergolong tidak mampu.
Anak yatim yang mempunyai harta (kaya)
Untuk anak yatim yang tidak mampu Allah memerintahkan kita agar menyantuni mereka. Memberikan tanggungan kepada mereka.
Untuk anak yatim mempunyai harta (kaya) maka wajib bagi kita untuk menjaga harta mereka. Tidak memakan harta mereka kecuali dengan yang ma’ruf yaitu apabila kita fakir dan tidak memiliki apa-apa.

Untuk kedua golongan anak yatim tersebut Allah memerintahkan kita untuk membimbing mereka, mendidik mereka dan menjaga mereka sampai mereka memasuki umur rusyd (baligh).
Wassalam

Tuesday, December 23, 2008

Tahun baru Islam. Refleksi muhasabah

TAHUN BARU ISLAM, REFLEKSI MUHASABAH.

Apakah arti bulan muharram ?
Dinamakan bulan muharram karena diharamkannya didalamnya terjadinya peperangan.
Siapakah yang menamakan bulan muharram pertama kalinya?
Para pakar sejarah menyebutkan bahwa yang menamakannya pertama kali adalah Kilab yaitu kakek Rasulullah S.A.W yang kelima.
Apakah bulan muharram adalah lebarannya anak yatim ?
Tidak ada dalam text quran dan hadits yang menunjukan hal tersebut. Anak yatim memang seharusnya disantuni dan diperhatikan keadaannya tanpa terikat pada hari-hari tertentu atau bulan-bulan tertentu.
Rasulullah dalam hadits shahih bersabda:
أنا وكافل اليتيم في الجنة هكذا وأشار بالسبابة والوسطى وفرج بينهما شيئا
Aku dan penyantun anak yatim seperti ini disurga dan rasulullah S.A.W mengisyaratkan dengan (kedua jari tangannya) telunjuk dan jari tengahnya dan merenggangkan sedikit diantara kedua jari tersebut. Hadits riwayat al-bukhari (textnya), abu daud, at-tirmizi dari sahl bin sa’d R.A.
Hadits ini menunjukan keutamaan orang yang dekat dengan anak yatim. Memberikan bantuan, santunan bahkan tanggungan untuk kehidupan mereka.
Bagaimana tidak? rasul S.A.W dan penganggung anak yatim berdekatan di surga nanti.

Muhasabah
Tahun baru telah datang. Marilah kita muhasabah kebelakang apa yang telah kita lakukan selama setahun penuh yang lalu. Apakah tahun yang telah kita lalui telah kita pergunakan sebaik-baiknya?
Apakah kita telah melaksanakan shalat tanpa meninggalkannya sedikitpun? Apakah kita selalu menjaga shalat pada waktunya ? apakah shalat kita adalah shalat yang khusyu’ ? apakah shalat kita bisa mencegah kita dari berbuat hal yang keji dan mungkar? Apakah shalat yang kita lakukan menjadikan kita dekat kepada Allah?
Apakah kita telah melaksanakan shalat malam, dhuha dan shalat sunnah lainnya?
Apakah kita telah melakukan zakat pada tahun ini ?? apakah kita telah bersedekah dan berinfak dijalan Allah dengan segala ke-ikhlasan? apakah kita telah berinfak dan sedekah setiap bulan atau harinya? Apakah shadaqah yang kita keluarkan benar-benar untuk Allah dan bukan karena ingin dilihat orang? Atau ingin di puji-puji?
Apakah pada bulan ramadhan kemarin kita telah berpuasa dengan sebenar-benarnya ? apalah puasa ramadhan yang kita tinggalkan kemarin telah menambah keimanan kita dan keta’atan kita? Apakah kita telah melaksanakan puasa-puasa sunnah lainnya? Puasa senin kamis? Puasa daud? Puasa 3 hari setiap bulannya?
Apakah kita telah melaksanakan haji dengan keikhlasan dan ketulusan ? apakah haji yang telah kita lakukan menjadikan kita dekat kepada Allah dan selalu mengingatkan kepada hari yang dikumpulkan semua makhluk dari zaman adam A.S sampai akhir ummat nabi Muhammad S.A.W? apakah haji yang telah kita lakukan telah merubah sikap kita kepada Allah dan makhluk? apakah haji tersebut telah menjadikan kita hamba-hamba Allah yang rendah hati dan bukan hamba yang sombong dan takabbur?
Apakah kita telah berbuat baik kepada orang tua? Apa yang telah kita sumbangkan untuk islam dan ummatnya? Apa yang kita telah perbuat untuk kemajuan islam? Apakah kita telah membela Islam dengan seluruh ajarannya? Ataukah kita malah memojokkan islam atau menjadi apatis terhadapa ajaran Islam itu sendiri?
Apakah kita telah mendidik anak-anak kita, istri dan keluarga kita dengan didikan Islam pada tahun kemarin? Apakah kita telah mengjajarkan kepada mereka Al-Quran dan Sunnah Shahihah? Apakah kita telah mengajarkan kepada mereka adab dan sopan santun kepada orang lain dan kepada orang yang lebih tua?
Sungguh tak terasa setahun telah kita lalui. Waktu terus berjalan, umur bertambah.namun apakah kita telah memanfa’atkan umur yang diberikan Allah kepada kita. Allah berfirman:
والعصر إن الإنسان لفى خسر إلا الذين آمنوا وعملوا الصالحات وتواصوا بالحق وتواصوا بالصبر
Demi masa. Sungguh manusia dalam kerugian . kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shaleh dan saling berwasiat dengan kebenaran dan berwasiat dengan kesabaran.
Imam syafi’I mengatakan :
لو ما أنزل الله على خلقه حجة إلا هذه السورة لكفتهم
Seandainya Allah hanya tidak menurunkan satu hujjah kepada mahluknya kecuali surah ini (al-ashr) maka pasti akan cukup bagi mereka. (sebagaimana di kutip oleh Ibnul qayyim dalam bukunya miftah darus sa’adah) Orang muslim akan menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya dan tidak akan membiarkannya begitu saja.
Berapa lama waktu yang telah kita gunakan untuk ibadah? Berapa lama waktu yang telah kita gunakan untuk membaca Al-Qur’an? Apakah kita termasuk orang-orang yang yang menyia-nyiakan waktu? Menghabiskan waktu untuk hal yang tidak berguna? Menghabiskan waktu untuk bermain dan tertawa? Menghabiskan waktu dalam ghibah dan hal – hal yang melupakan kita akan hari akhir.
Kita harus memanfa’atkan waktu sebaik-baiknya untuk meningkatkan ibadah , keta’atan, ilmu dan kemajuan Islam dan Ummatnya.
Dengan tahun baru islam ini kita harus memulai perbaikan dalam dari kita, keluarga kita , orang-orang yang ada di sekitar kita bahkan seluruh orang islam. Tanpa perubahan dan perbaikan maka kita akan menjadi orang yang merugi dan sangat rugi.
Imam hasan al-bashri berkata: Barang siapa yang harinya lebih baik dari pada hari yang kemarin maka ia adalah orang yang beruntung. Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarinnya maka ia adalah orang yang rugi. Barang siapa yang hari ini lebih buruk daripada hari kemarin maka ia adalah orang yang terlaknat.
Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri. Selama nafas masih kita hembuskan maka kita harus memperbaikinya secepatnya.
Penyesalan semata tidak pernah akan cukup. Seorang muslim harus berusaha dan berjuang untuk memperbaiki dirinya , keluarganya, orang disekelilingnya dan semua orang Islam.
Dengan masuknya tahun baru ini. Mari kita perbaiki perbuatan kita. Amalan kita. Agar kita menjadi orang yang beruntung yang di berkahinya.
Bulan muharram sebagai awal bulan dari tahun ini harus kita mulai dengan dengan sebaik-baiknya. Karena permulaan yang baik akan mempengaruhi seluruh isi dari suatu hal.
Imam Malik berkata:
لا يصلح هذه الأمة إلا بما صلح بها أولها
Tidaklah baik ummat ini kecuali telah baik awal ummatnya. Segala usaha kalau dimulai dengan baik niscaya akan memberikan hasil yang baik juga.
Apa yang harus kita mulai pada tahun baru ini?
Menguatkan niat untuk melakukan perubahan dan perbaikan.
فإذا عزمت فتوكل على الله إن الله يحب المتوكلين
Maka apabila engkau telah berazam (berkeinginan kuat) maka berserah dirilah kepada Allah sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berserah diri.
Melakukan perubahan dan perbaikan tersebut.
Allah berfirman:
ذلك بأن الله لم يك مغيرا نعمة أنعمها على قوم حتى يغيروا بأنفسهم وأن الله سميع عليم
إن الله لا يغير ما بقوم حتى يغيروا ما بأنفسهم..
dan begitulah Allah tidak merubah suatu nikmat yang ia berikan kepada satu kaum sampai mereka merubahnya dengan diri mereka sendiri dan sesungguhnya Allah sungguh maka mendengar dan mengetahui
sesungguhnya Allah tidak akan merubah suatu kaum sampai mereka merubah dengan diri mereka sendiri.
Melakukan sunnah rasulullah S.A.W pada bulan ini dengan berpuasa pada hari kesepuluh (yang disebut dengan ‘asyura) dan sehari sebelum atau sesudahnya.
Abdullah bin Abbas R.A berkata:
مَا رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَرَّى صِيَامَ يَوْمٍ فَضَّلَهُ عَلَى غَيْرِهِ إِلَّا هَذَا الْيَوْمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ
Saya tidak pernah melihat rasulullah S.A.W mencari hari untuk berpuasa yang ia utamakan atas hari-hari lainnya kecuali hari ini yaitu hari asyura’. H.R. Bukhari dan Muslim
Rasulullah S.A.W juga bersabda:
صيام يوم عاشوراء، أحتسب على اللَّه أن يكفر السنة التي قبله.
Puasa hari asyura’ aku meminta kepada Allah agar menghapuskan (dosa) satu tahun sebelumnya. H.R.Muslim dari Abu Qatadah R.A
Sejarah puasa asyura’:
Sebelum rasulullah datang ke madinah Rasulullah dan para shahabat berpuasa hari asyura’ dan ini telah dilakukan oleh orang jahiliyyah sebelum datang islam. Kemudian datanglah perintah berpuasa ramadhan maka nabi meninggalkan puasa hari asyura’. Rasulullah bertemu dengan orang yahudi di madinah menanyakan kepada mereka : puasa apa yang mereka lakukan pada hari asyura’. Mereka menjawab bahwa pada hari ini Allah menyelamatkan Musa dari kejaran fir’aun. Kemudian Rasulullah S.A.W menjawab bahwa kami lebih berhak dengan Musa A.S dari pada kalian maka nabi puasa dan memerintahkan untuk berpuasa. orang yahudi berkata: sesungguhnya hari asyura’ ini adalah hari yang di agungkan oleh yahudi. Rasulullah pun bersabda: seandainya kami hidup tahun depan maka kami akan berpuasa pada hari kesembilan. Rasulullah juga memerintahkan dalam hadits shahih riwayat imam ahmad dari Ibnu Abbas R.A: bersabda rasulullah S.A.W: puasalah pada hari asyura ‘ dan berbedalah dengan orang yahudi berpuasalah sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya.
Lagi-lagi Rasulullah S.A.W memerintahkan kita agar berpuasa pada bulan ini. Memerintahkan kepada kita agar berpuasa pada hari kesepuluh pada bulan ini yaitu yang hari ‘asyura. Kemudian setelah Rasul mengetahui bahwa hari ini adalah hari yang di agungkan oleh para orang yahudi maka Rasul memerintahkan kita agar berbeda dengan mereka. Yaitu memerintahkan kepada kita agar berpuasa sehari sebelum hari kesepuluh atau sehari sesudahnya.
Marilah kita memulai tahun baru ini dengan memperbaiki diri kita dan menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya. Melakukan sunnah –sunnah yang di ajarkan kepada kita. Semoga kita selalu menjadi hamba yang diberkahi dan di sayangi Allah.
Amin

Saturday, December 13, 2008

Regenerasi dan Kaderisasi dengan Islam

PENTINGNYA REGENERASI DAN KADERISASI DENGAN ISLAM DALAM KEHIDUPAN KITA

Apa yang saya maksud dengan regenerasi dan kaderisasi ?

Regenerasi adalah mempersiapkan generasi yang akan datang yang berlandaskan islam dan seluruh ajarannya. Kaderisasi adalah mengkader generasi baru untuk siap melanjutkan misi dan visi kita dalam menyampaikan agama Allah di muka bumi ini. Juga dalam menebarkan ilmu, keta’atan dan keshalehan kepada seluruh umat manusia.

Regenerasi dan Kaderisasi adalah perbuatan para nabi-nabi Allah

Ada dua hal yang perlu difahami dibalik kisah penyembelihan nabi Isma’il A.S Sebelum kejadian itu terjadi nabi Ibrahim telah melakukan dua hal penting yaitu yang pertama adalah mempersiapkan anaknya dengan ajaran Allah. Yang kedua adalah mengkader anaknya untuk menjadi sepertinya. Nabi Ibrahim A.S’ menginginkan ia mempunyai keturunan yang shaleh dan ta’at. Beliau berdo’a :
رب هب لي من الصالحين
Ya Tuhanku berikanlah aku keturunan yang shaleh (Qs: As-Shaffat ayat 100). Nabi Ibrahim menyadari pentingnya regenerasi. Menyiapkan generasi baru yang berpegang teguh dengan ajaran Allah. Regenerasi ini diikuti dengan kaderisasi. Bukti nyata bahwa Ibrahim A.S telah mengkader anaknya Ismail A.S adalah keteguhannya atas segala perintah Allah yang datang kepadanya langsung atau yang melalui orang tuanya. Ketika ia (Ismail A.S) ingin disembelih dengan tegas ia mengatakan kepada ayahnya setelah ayahnya Ibrahim A.S meminta pendapat tentang mimpi yang ia lihat.
يا ابت افعل ما تؤمر ستجدني إن شاء الله من الصابرين
Wahai bapakku lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu niscaya engkau akan mendapatkanku termasuk orang-orang yang sabar. (asshaffat ayat 102)
Jelas nabi Ibrahim telah mengkader anaknya dengan sebaik-baiknya sehingga nabi Ismail menjadi anak yang ta’at kepada orang tua.
Nabi Ya’qub juga telah mengkader anak-anaknya dengan sebaik-baiknya. Beliau mengumpulkan anak-anaknya ketika kematian datang kepadanya untuk memastikan bahwa pengkaderannya telah berhasil.
أم كنتم شهداء إذ حضر يعقوب الموت إذ قال لبنيه ما تعبدون من بعدي قالوا نعبد إلهك وإله آبائك إبراهيم وإسماعيل وإسحاق إلها واحدا ونحن له مسلمون
Apakah kalian menyaksikan ketika datang kematian kepada ya’qub ketika ia berkata kepada anak-anaknya:
“ apakah yang akan kalian sembah setelah aku (wafat) ? mereka berkata: “kami menyembah Tuhanmu , tuhan bapak-bapakmu Ibrahim, Ismail dan Ishaq yaitu tuhan yang satu dan kepadanya lah kami berserah diri. (al-baqarah ayat 133)
Hal serupa telah dilakukan oleh nabi Allah zakariyya A.S. beliau berdo’a kepada Allah agar diberikan keturunan dalam surah maryam ayat 6 :
وإني خفت الموالي من ورائي وكانت امرأتي عاقرا فهب لي من لدنك وليا . يرثني ويرث من آل يعقوب واجعله رب رضيا
Yang artinya:
Dan sesungguhnya aku khawatir akan orang-orang yang mengurusi perkara setelahku sedangkan istriku mandul maka berikanlah dari sisi-Mu seorang keturunan laki-laki. Yang mewarisiku dan mewarisi keluarga ya’qub dan jadikanlah ia orang yang di ridhai (disisi-Mu). (Surah Maryam ayat 5-6)
Nabi zakariyya khawatir akan generasi selanjutnya yang ditakutkan tidak bisa melanjutkan dakwahnya dan tidak bisa ta’at kepada Allah.
Nabi Muhammad S.A.W juga telah meregenerasi dan mengkader keluarganya dengan baik. Nabi S.A.W telah mendakwahkan keluarga terdekatnya sebelum beliau ia mendakwahkan orang lain. Nabi telah mengkader istri-istrinya dengan baik sehingga mereka menjadi perempuan-perempuan paling mulia. Sebagian dari istri-istri nabi S.A.W menjadi perawi hadits terbanyak yaitu ‘Aisyah dan Ummu Salamah. Ini berkat kaderisasi Nabi S.A.W kepada istri-istrinya.
Abdullah bin Abbas, sepupu nabi Muhammad S.A.W menjadi orang yang sangat cerdas dan faham dalam agama. Ali bin abi thalib yang kaya dengan ilmu dan ketakwaan. Semua itu adalah hasil kaderisasi nabi S.A.W kepada keluarganya.

Mengapa harus mengkader dan meregenerisasi ?

Kehidupan manusia akan berakhir dengan datangnya ajalnya. Segala misi dan visinya akan berhenti dengan berakhirnya umurnya. Oleh sebab itu ia harus menyiapkan generasi setelah nya agar visi dan misinya berlanjut sampai hari kiamat nanti.
Risalah islam tidak mungkin akan berlanjut kecuali dengan terjadinya kaderisasi untuk menyampaikan risalah Islam kepada generasi-generasi yang akan datang.

Siapakah orang yang harus kita kader?
Penulis telah memaparkan dalil – dalil yang menunjukkan para nabi mengkader anak-anaknya dan keluarganya. Orang yang pertama yang kita kader adalah keluarga kita sendiri. Setelah kita mengkader keluarga kita maka kita mengkader orang-orang yang ada disekitar kita.
Nabi Isa A.S telah mengkader murid-muridnya dengan baik. Mereka disebut dengan “hawariyyun”. mereka telah solid dan siap menyampaikan risalah isa kepada orang yang akan datang setelah Isa A.S.
Isa berkata kepada mereka:
..من أنصاري إلى الله قال الحواريون نحن أنصار الله فآمنت طائفة من بني إسرائيل وكفرت طائفة فأيدنا الذين آمنوا على عدوهم فأصبحوا ظاهرين
“..siapakah orang yang menolong aku kepada Allah?? Hawariyyun berkata kami adalah penolong-penolong Allah. Maka beriman sekelompok dari bani israil dan kufur segolongan lagi maka kami menguatkan orang yang beriman atas musuh mereka maka mereka (orang yang beriman) menjadi menang. (As-Shaff ayat 14)
Hal serupa juga dilakukan oleh nabi kita nabi Muhammad S.A.W. beliau mengkader semua sahabat dengan sungguh-sungguh. Mereka menjadi makhluk yang paling mulia -setelah para Rasul- yang pernah ada di dunia ini. Rasul S.A.W memastikan lagi tentang pengkaderisasiannya. Beliau bersabda:
لا ترجعوا بعدي كفارا يضرب بعضكم رقاب بعض
Janganlah kalian kembali menjadi kafir yang saling membunuh setelah aku (wafat). Hadits riwayat bukhari dan muslim dari abu bakrah, Abdullah bin umar, Jarir R.A dan banyak sahabat lainnya.

Akankan regenerasi dan kaderisasi berhenti?

Rasulullah S.A.W adalah telah berhasil mengkader keluarganya dan para sahabat. Setelah wafatnya Rasul S.A.W para sahabat mengkader para tabi’in, generasi yang selanjutnya. Kemudian tabi’in mengkader tabi’ tabi’in. tabi’ tabi’in mengkader generasi atba’ tabi’ tabi’in dan seterusnya. Regenerasi dan kaderisasi tidak akan berhenti dan tidak boleh berhenti. Kalau regenerasi dan kaderisasi berhenti maka orang islam akan menjadi lemah dan mungkin saja pada generasi – generasi selanjutnya islam akan tinggal nama saja (na’udzu billah).

Oleh sebab itu marilah kita memulai regenerasi dan kaderisasi mulai sekarang. Kalau bukan kita maka siapa lagi??

Saturday, December 6, 2008

virus flashdisk

flash disk adalah alat yang paling mudah untuk mentransfer data dari satu pc ke pc lain. selain bentuknya yang kecil, flash disk juga dapat menyimpan data dengan mudah dan cepat. flash disk tidak butuh untuk menginstall drivernya. cukup plug dan remove safely...ini untuk yang menggunakan windows xp above (vista dan windows seven - akan release awal 2010).
namun flash disk yang sangat memudahkan kita ini dalam mentransfer data from one pc to other pc bisa merusak system pada komputer dengan membawa virus yang sangat mematikan.
ada beberapa hal penting yang harus dilakukan ketika ingin mentransfer data dari satu pc ke pc yang kita miliki:

1. pastikan komputer yang kita akan ambil data darinya mempunyai antivirus (apa pun) yang sudah ter update virus data base nya.
2. ketika telah menyimpan data dari pc tersebut kemudian kita ingin memindahkannya ke pc kita jangan langsung di double click alias meng open atau meng explore flash disk tersebut karena dengan meng open flash disk tersebut berarti kita sama saja membukakan pintu untuk si virus dan dia akan menyebar di komputer kita dengan sangat ganas dan cepat.
3. scan flash disk tersebut dengan antivirus yang kita miliki (tentunya yang telah ter update vdbnya minimal seminggu sebelumnya telah terupdate karena virus lahir dan dicipitakan "daily" perhari) scan dengan sabar sampai complete. jika antivirus mendetect adanya virus anda segera heal (pada avg), atau delete all (pada avast anti virus), atau quarantine (pada symantec).
4. bukalah flash disk tersebut dan pindahkan lah data dengan aman


beberapa virus yang sering menjangkiti di flash disk :


virus yang banyak menjangkiti flash disk:

1. auto run infinitive. virus ini datang dengan "temannya" yaitu vbs. script. virus ini berfungsi meng lock drive pada pc sehingga drive tidak bisa bisa di double click langsung untuk melihat folder-foldernya... sehingga kita harus mengklik folder pada menu bar pada windows explore baru akan tampil drive-drive disebelah kiri.. virus ini tidak membahayakan file namun virus ini bikin " gregetan" karena kita tidak bisa meng open drive langsung...virus ini memnempel terus walaupun kita memformat ulang windows alias system
untuk menghapus virus ini saya sudah mencoba avg dan symantec namun keduanya tidak bisa menghapusnya yang dapat menghapusnya adalah avast anti virus.
untuk virus auto run infinitive dihapus oleh avast yaitu avast menghapus vbs. script nya kemudian akan tersisa autorun.inf . autorun ini bisa di delete secara manual pada keadaan hidden files di tampakkan ..

pada menu bars pada windows explorer klik tools klik option klik view
check list pada
1. show hidden files
2. show system files
3. show protected files

baru kembali pada lokasi yang ada autorun . inf dan hapus secara manual .. alhamdulillah bisa terhapus
2. virus kedua adalah "mouseserve.exe. virus ini juga sering menjangkiti flash disk namun untungnya dapat di detect oleh symantec juga dan juga avg delete atau heal kemudian save removely flash disk baru plug lagi ke pc dengan demikian akan hilang virusnya
3. virus yang ketiga adalah virus "application" virus ini adalah virus baru di temukan. virus ini menyerang file dengan type microsoft word dan merubahnya menjadi file application yang secara perlahan akan menjadikan file word tidak bisa di buka.
untuk virus application tersebut bisa diditeksi hanya oleh symantec anti virus.. avast tidak mendetectnya sama sekali sebagai virus.. ciri pada files yang ter infeksi virus ini lihat pada type di sebelah file name nya kalau type nya bukan microsoft word dan menjadi " application" maka telah terjangkit virus tersebut.. virus ini mematikan mengubah semua file word menjadi aplikasi allias exe pada setiap bagian dari komputer... namun jangan panik ..... walaupun avast tidak berkutik dan diam saja tidak mendetect nya sebagai virus .. maka install lah symantec anti virus versi 10 corporate edition .. dan ini sudah free dan full version bisa di cari dan di download dari situs seperti www.4shared.com di search cari symantec anti virus..
ketika sudah di download maka langsung update virus databasenya melalu situs resmi simantec .. click scan pada hard disk atau flash disk yang telah terjangkit virus ini... virus ini langsung di clean oleh symantec dan setelah complete ia akan meminta untuk re strat berulang-ulang komputer lakukan saja nanti ia kan membersihkan virus mematikan tersebut..

setelah di re start hidden files akan menjadi terlihat dan file word menjadi hidden files . mereka telah selamat dari virus application tersebut bisa dibuktikan file yang tertulis di type nya "application" telah hilang dan di hapus oleh symantec... kalau hidden files nya ingin di hide lagi maka file-file word tadi di save as dalam bentuk lain atau nama lain .. namun kalau ingin tetap hidden filesnya terlihat maka biarkanlah karena virusnya telah di basmi...

Wednesday, November 26, 2008

khutbah ied adha 1429 H

Khutbah idul adha 1429H/ 8 Desember 2008
Pelajaran-pelajaran dari Qurban dan Haji
Di Kukusan, Depok

إن الحمد لله نستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا وسيئات أعمالنا من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له
وأشهد ألا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله لا نبي بعده.
قال الله تعالى : يآيها الذين آمنوا اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون
يآبها الناس اتقوا ربكم الذي خلقكم من نفس واحدة وخلق منها زوجها وبث منهما رجالا كثيرا واتقوا الله الذي تساءلون به والأرحام
إن الله كان عليكم رقيبا
يآيها الذين آمنوا اتقوا الله وقولوا قولا سديدا يصلح لكم أعمالكم ويغفر لكم ذنوبكم ومن يطع الله ورسوله فقد فاز فوزا عظيما
اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت على آل إبراهيم وبارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على آل إبراهيم فى العالمين إنك حميد مجيد

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam sang pengasih dan penyayang hamba-Nya. Sang pelimpah karunia yang tak tehingga kepada seluruh mahluk-Nya. Syukur kami panjatkan kepada-Mu Ya Allah agar kami terus menjadi hamba-hamba yang selalu bersyukur kepada-Mu Ya Allah.
Shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada junjungan kita , panutan kita semua, qudwah dan uswah hasanah kita nabi Muhammad S.A.W. beserta para keluarga, sahabat dan pengikutnya yang selalu berjuang mempertahankan sunnahnya.
Pada hari yang penuh berkah ini, pada hari yang agung ini kita merayakan hari ied ini dengan shalat di tempat ini. Ya Allah jadikanlah kami orang yang selalu bersyukur kepada-Mu.
Tanggal 10 zul hijjah ini memilik sejarah dan kisah yang seluruh muslim seharusnya mengetahuinya.
Kejadian yang pertama adalah penyembelihan nabi ismail alaihassalam. Yang Allah ceritakan dalam surah as-shaffat ayat 100-109:
رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ (100) فَبَشَّرْنَاهُ بِغُلَامٍ حَلِيمٍ (101) فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ (102) فَلَمَّا أَسْلَمَا وَتَلَّهُ لِلْجَبِينِ (103) وَنَادَيْنَاهُ أَنْ يَا إِبْرَاهِيمُ (104) قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ (105) إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْبَلَاءُ الْمُبِينُ (106) وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ (107) وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي الْآخِرِينَ (108) سَلَامٌ عَلَى إِبْرَاهِيمَ (109) كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ (110) إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِينَ (111) وَبَشَّرْنَاهُ بِإِسْحَاقَ نَبِيًّا مِنَ الصَّالِحِينَ (112)



Yang artinya:
100. (Ibrahim berkata):. Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.
101. Maka kami beri dia khabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar.
102. Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku Sesungguhnya Aku melihat dalam mimpi bahwa Aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar".
103. Tatkala keduanya Telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ).
104. Dan kami panggillah dia: "Hai Ibrahim,
105. Sesungguhnya kamu Telah membenarkan mimpi itu. Sesungguhnya Demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
106. Sesungguhnya Ini benar-benar suatu ujian yang nyata.
107. Dan kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.
108. Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang Kemudian,
109. (yaitu)"Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim".
110. Demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
111. Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba kami yang beriman.
112. Dan kami beri dia kabar gembira dengan (kelahiran) Ishaq seorang nabi yang termasuk orang-orang yang saleh.

Pelajaran-pelajaran dari kurban:
1. Mimpi nabi adalah perintah Allah yang harus dilaksanakan.
2. Pentingnya mendidik anak dengan baik. Juga pentingnya memberikan contoh yang baik kepada anak agar mereka bisa baik seperti orang tuanya.
Surah An-Nisa ayat 9:
وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap mereka. oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.
Tingkat kriminalitas yang tinggi di negeri yang kita cintai ini salah satu penyebabnya adalah kurangnya bimbingan orang tua kepada anaknya sehingga anak menjadi rusak. Orang tua terlalu sibuk dengan pekerjaaan, bisnis dan perkara dunia lainnya sehingga mereka lupa untuk mendidik anaknya sendiri.
3. Pentingnya kederisasi dan re-generasi anak agar mereka bisa melanjutkan visi dan misi orang tua. Agar mereke melanjutkan dakwah islam. Agar mereke mempertahankan islam. Menyeberkan ilmu yang bermanfa’at tanpa terputus hingga hari kiamat. Kaderisasi dan regenerasi adalah perbuatan yang dilakukan oleh para nabi. Lihatlah bagaimana nabi Ya’qub mengkader anak-anaknya dan ingin memastikan pengkaderisasiannya telah berhasil:
أَمْ كُنْتُمْ شُهَدَاءَ إِذْ حَضَرَ يَعْقُوبَ الْمَوْتُ إِذْ قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعْبُدُونَ مِنْ بَعْدِي قَالُوا نَعْبُدُ إِلَهَكَ وَإِلَهَ آبَائِكَ إِبْرَاهِيمَ
وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ إِلَهًا وَاحِدًا وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ
Apakah kalian meyaksikan ketika Ya'qub kedatangan maut, ketika ia Berkata kepada anak-anaknya: "Apa yang kalian sembah sepeninggalku?" mereka menjawab: "Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan yang Maha Esa dan kami Hanya tunduk patuh kepada-Nya". Surah Al-Baqarah ayat 133.
4. Berdialog dengan anak adalah merupakan cara terbaik dalam mendidik anak yang akan mempererat hubungan silaturrahim antara orang tua dan anaknya. Cara mendidik anak dengan kasar akan menjadikan jarak yang jauh antara orang tua dan anaknya.
5. Ketaatan nabi Isma’il A.S kepada ayahnya nabi Ibrahim A.S adalah karena ia mengetahui bahwa perintah untuk menyembelihnya adalah perintah Allah. Ta’at kepada orang tua adalah bentuk ibadah kepada Allah. Al-qur’an selalu mengiringi perintah tauhid dengan perintah berbakti kepada orang tua. Terlebih perintah itu adalah perintah Allah yang disampaikan oleh orang tua.
6. Macam-macam sabar:
a. sabar dalam menjalankan perintah Allah seperti sabar dalam melaksanakan shalat, zakat haji juga termasuk perintah yang berat ini yang dibebankan kepada nabi Ibrahim A.S yaitu menyembelih anaknya sendiri. Namun Allah gantikan dengan sembelihan kurban yang lain yaitu seekor domba.
b. Sabar dalam meninggalkan maksiat. Sabar untuk tidak mencela dan memaki orang. Sabar untuk tidak mengganggu orang. Sabar untuk tidak minum minuman keras atau berzina dan segala apa yang Allah larang. Orang perlu sabar dalam meninggalkan suatu dosa apalagi dosa itu telah ia sering lakukan sebelumnya. Ia perlu kesabaran yang tinggi agar ia tidak mengerjakan dosa itu lagi dan bisa sepenuhnya menjauhkannya.
c. Sabar atas musibah yang menimpanya. Ridha dengan apa yang Allah tentukan untuknya. Pasrah kepada Allah dan meminta kepada-Nya agar digantikan dengan kebaikan. Di zaman yang segala sesuatunya telah naik harganya. Mulai kebutuhan sandang dan pangan, biaya pendidikan sampai jatuhnya harga rupiah. Semua itu harus kita jalani dengan penuh kesabaran dan ikhlas tanpa harus berputus asa. Meminta kepada Allah agar selalu diluaskan rizki dan diberikan kebaikan dari mushibah yang telah dialami.
Sebagaimana dalam hadits rasulullah S.A.W.:
اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي وَأَخْلِفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا
Ya Allah berilah aku pahala dalam musibah (yang aku alami) dan gantikanlah untukku kebaikan darinya. H.R.Muslim dari Ummu Salamah R.A.
7. Berserah diri kepada Allah atas segala keputusan dan perintah-Nya. Menjalani perintah-Nya tanpa ragu atas sesuatu yang berkaitan dengan dunia. Jangan lah pernah merasa rugi mengeluarkan uang untuk beribadah. Beribadah haji, berkurban, bersedekah, berzakat. Semua itu kita harus jalankan dengan ikhlas dan tanpa ragu sedikitpun. Allah tidak akan menjadikan kita sengsara karena kita mengeluarkan harta untuk ibadah.
8. Beragama Islam artinya kita tunduk atas segala perintah Allah dan rasul-Nya tanpa mengedepankan akal dan perasaan. Karena Islam artinya kita siap melaksanakan apa yang diperintahkan walaupun tidak sesuai dengan akal dan perasaan kita. Kisah penyembelihan nabiah , Isma’il ini adalah bukti nyata atas sikap pasrah kepada segala yang diperintahkan , walaupun menurut akal sehat dan perasaan kita ini adalah perbuatan tidak bisa diterima. Bagaimana mungkin seorang bapak akan menyembelih anaknya sendiri. Anaknya yang pertama dan dalam usia muda belia. Namun Ibrahim A.S. tahu ini adalah perintah Allah yang harus dilaksanakan. Segala perasaan atau pun nalar harus dikebelakangkan.


Kejadian yang kedua pada bulan zulhijjah ini adalah ibadah haji dengan seluruh manasiknya.
Ya Allah berikan rizki kepada kami yang belum pernah haji agar bisa melaksanakan ibadah tersebut. Ya Allah berikanlah kepada kami yang telah haji agar dapat beribadah haji lagi dan menjadi hamba-hamba Mu yang benar-benar hajinya diterima.
Ibadah haji memilki pelajaran-pelajaran yang sangat berarti bagi seluruh ummat islam diantaranya;
Melepaskan diri dari segala kemewahan, kekayaan dan kesombongan. Seorang haji memakai pakaian ihram yang sama dengan yang lainnya. Tidak ada perbedaan antara yang kaya dan yang miskin. Orang yang kaya melepaskan segala kemewahan. Melepaskan dasinya, jasnya sepatunya yang mahal dan hanya memakai dua helai kain putih, jauh dari segala kemewahan. Orang yang miskin menyadari bahwa kedudukan manusia disisi Allah adalah sama. Oleh sebab itu seorang yang telah haji semestinya meninggalkan sifat takabbur dan ingin dipuji orang. Tidaklah wajar seseorang yang telah haji ingin dipuji dengan gelarnya. Justru gelar yang manusia berikan kepadanya seharusnya menggerakannya untuk selalu ta’at kepada Allah.
Melempar jamrah (melempar batu-batu kecil) di tempat jamarat mengingatkan kita akan cobaan yang dialami Ibrahim A.S ketika ia ingin menyembelih anaknya. Para syeitan mencoba menghalangi jalannya dan merayunya agar tidak meyembelih anaknya. Nabi Ibrahim akhirnya melempar batu-batu kecil itu di tempat jamarat yang tiga untuk mengusir para syeitan yang merayu dan menghalangi pelaksanaan perintahan Allah itu. Ini adalah bukti nyata bahwa syeitan adalah musuh yang paling nyata bagi manusia. Seorang muslim harus benar-benar memusuhi syeitan. Karena mereka adalah musuh orang yang beriman sesuai dengan firman Allah dalam surah fathir ayat 6:
إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ
Sesungguhnya syeitan itu adalah musuh sekalian maka jadikanlah ia musuh. Sesungguhnya ia mengajak kelompoknya agar menjadi penghuni api neraka.
Ummat islam adalah ummat yang satu. Allah berfirman:
إِنَّ هَذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاعْبُدُونِ
Sesungguhnya ummatmu adalah ummat yang satu dan Aku adalah tuhan kalian maka sembahlah Aku. Surah al-anbiya 92.
Ummat yang satu yaitu ummat yang hanya menyembah Allah dan tidak menyekutukannya dengan sesuatupun. Tidak membenarkan perdukunan, ramalan dan segala bentuk praktek syirik yang ada. tidak menyembah berhala atau mengagungkan benda-benda tertentu.
Ummat islam adalah ummat yang satu. Yaitu ummat yang mempunyai satu kiblat “ka’bah” . mempunyai ajaran yang satu yaitu ajaran al-qur’an dan sunnah. Ummat islam adalah ummat yang hanya mengenal satu kewarganegaraan yaitu kewarganegaraan “Islam”. Datangnya para jema’ah haji dari seluruh penjuru dunia membuktikan bahwa mereka beridentitas satu yaitu Islam itu sendiri.
Ummat islam memang berbeda bahasa dan warna kulit namun mereka beridentitas islam. Allah berfirman dalam surah arrum ayat : 22
وَمِنْ آيَاتِهِ خَلْقُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافُ أَلْسِنَتِكُمْ وَأَلْوَانِكُمْ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِلْعَالِمِينَ
Dan dari tanda-tanda kekuasaannya adalah penciptaan langit dan bumi dan perbedaan lisan-lisan kalian dan warna-warna kalian. Sesungguhnya pada hal itu terdapat tanda-tanda kekuasan Allah bagi orang-orang yang mengetahui.
Haji adalah ritual yang mengingatkan kita akan hari “mahsyar”. Hari yang mengumpulkan manusia dari zaman Adam A.S. sampai akhir ummat nabi Muhammad S.A.W untuk dihitung segala perbuatan dan amalannya yang ia telah lakukan di kehidupan dunia.
Di padang Arafah dan di Mina para jama’ah haji berkumpul dalam satu tempat untuk memenuhi panggilan Allah. Mereka berkumpul ditempat yang panas. Mereka berdesak-desakan dan hanya memakai dua helai kain tanpa memakai tutup kepala. Hal itu mengingatkan kita kepada kedasyhatan hari mahsyar yang matahari pada waktu itu sangat dekat dengan kepala manusia. Orang dalam keadaan seperti ini ia akan mengingat-ngingat segala apa yang ia telah lakukan. Ia akan mengingat-ngingat segala dosa dan kesalahannya.
Pesan Haji Rasulullah S.A.W
Dalam hadits yang panjang yang diriwayatkan oleh Muslim dari hadits Jabir R.A:
..إِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ حَرَامٌ عَلَيْكُمْ كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا فِي شَهْرِكُمْ هَذَا فِي بَلَدِكُمْ هَذَا أَلَا كُلُّ شَيْءٍ
مِنْ أَمْرِ الْجَاهِلِيَّةِ تَحْتَ قَدَمَيَّ مَوْضُوعٌ وَدِمَاءُ الْجَاهِلِيَّةِ مَوْضُوعَةٌ..
Sesungguhnya darah-darah kalian dan harta-harta kalian adalah haram atas kalian seperti haramnya hari kalian ini dalam bulan kalian ini di negeri kalian ini. Ingatlah setiap sesuatu dari perkara jahiliyyah telah ditinggalkan. Darah-darah jahiliyyah telah ditinggalkan.
..فَاتَّقُوا اللَّهَ فِي النِّساءِ فَإِنَّكُمْ أَخَذْتُمُوهُنَّ بِأَمَانِ اللَّهِ وَاسْتَحْلَلْتُمْ فُرُوجَهُنَّ بِكَلِمَةِ اللَّهِ وَلَكُمْ عَلَيْهِنَّ
أَنْ لَا يُوطِئْنَ فُرُشَكُمْ أَحَدًا تَكْرَهُونَهُ فَإِنْ فَعَلْنَ ذَلِكَ فَاضْرِبُوهُنَّ ضَرْبًا غَيْرَ مُبَرِّحٍ وَلَهُنَّ عَلَيْكُمْ رِزْقُهُنَّ
وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ وَقَدْ تَرَكْتُ فِيكُمْ مَا لَنْ تَضِلُّوا بَعْدَهُ إِنْ اعْتَصَمْتُمْ بِهِ كِتَابُ اللَّهِ..
Maka bertakwalah kepada Allah dalam perempuan. Karena sesunggunya kalian mengambil mereka dengan amanat dari Allah dan kalian menjadi halal atas kemaluan-kemaluan mereka dengan kalimat Allah. Bagi kalian janganlah sampai mereka memasukkan kedalam rumah kalian orang-orang yang memang kalian tidak menginginkan mereka masuk. Maka apabila mereka melakukan hal itu maka pukul lah mereka yang tidak melukai. Dan berikanlah kepada mereka rizkinya dan pakaiannya dengan baik. Dan aku telah meninggalkan sesuatu yang kalian tidak akan tersesat setelahnya apabila kalian berpegang teguh dengannya yaitu Kitabullah.
Dipenghujung khutbah ini khatib berpesan kepada khatib sendiri dan jama’ah sekalian agar selalu berkorban dalam memperjuangkan islam baik dengan harta ataupun jiwa. Agar berpegang teguh kepada ajaran Al-Qur’an dan sunnah shahihah sebagai pedoman hidup seorang muslim dan penuntunnya.
Khatib juga mengajak kita semua untuk selalu banyak bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan kepada kita agar kita selalu disayangi Allah dan diberkahi-Nya.



اللهم اجعلنا شاكرين على نعمك التي أنعمت علينا واجعلنا صابرين على المصائب
التي أحيطت بنا . اللهم ارفع عنا المصائب كلها .اللهم اجعل هذا البلد آمنا مطمئنا يأتيه رزقه رغدا من كل مكان
اللهم اغفر لنا ذنوبنا ولوالدينا وارحمهم كما ربونا صغارا
اللم ارزقنا رزقا حلالا واسعا مباركا فيه. اللهم اجعلنا ممن يعلي كلمتك إلى يوم الدين. اللهم اجعلنا من المتمسكين بالكتاب والسنة إلى يوم نلقاك. آمين يا الله يا رب العالمين
وصلى اللهم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم.

Tuesday, November 18, 2008

Arti bulan-bulan Islam

Arti Bulan-Bulan Islam

Mungkin kita lebih hafal bulan-bulan masehi dari pada bulan-bulan islam/hijriyah. Bulan – bulan islam yang kita miliki sebenarnya memiliki arti-arti. Bulan-bulan itu bukan hanya sekedar nama. Berikut arti bulan-bulan tersebut:
1. Muharram adalah bulan pertama dalam bulan-bulan Islam. Dinamakan bulan muharram karena orang arab sebelum islam mengharamkan peperangan pada bulan itu.
2. Shafar adalah bulan yang kedua. Diberi nama seperti itu karena negeri-negeri arab menjadi kuning. Dalam arti negeri-negeri itu kosong dari penduduknya. Karena mereka keluar untuk perang dan mencari makanan dan berpergian menjauhi udara panas.
3. Rabi’ul Awwal. adalah bulan yang ketiga dari bulan islam yang berarti musim semi. Penamaan bulan ini terjadi pada musim semi. Oleh sebab itu dinamakan dengan “rabi’” yang berarti musim semi.
4. Rabi’ul Akhir. Diberi nama itu karena bulan ini masih dalam musim semi pada waktu itu. Tidak disebut rabi’ul tsani karena hal itu akan menimbulkan kesan bahwa bulan itu ada ketiga nya “ats-tsalits” padahal bulan rabi’ ada dua saja.
5. Jumadal Ula: diberi nama seperti itu karena bulan ini berada pada musim dingin pada waktu itu. Ketika Air menjadi beku.
6. Jumadal Akhirah. Diberinama seperti itu karena bulan itu ketika itu berada pada musim dingin juga. Tidak juga disebut jumada tsaniyah untuk menghilangkan dugaan adanya jumada tsalitsah ( jumada yang ketiga). Padahal jumada hanya ada dua.
7. Rajab. Diberinama seperti itu karena orang arab ketika itu mengagungkan bulan itu dengan meninggalkan peperangan. Dikatakan rajabasy-syai’a artinya mengagungkan sesuatu .
8. Sya’ban. Bulan yang kedelapan. Dinamakan sya’ban karena orang arab pada waktu itu berpencar untuk melakukan peperangan setelah mereka berdiam di bulan rajab.
9. Ramadhan adalah bulan yang kesembilan. Ramadhan diambil dari ramdha yaitu sangat panas. Ketika itu bukan ini sangat panas. Dari ramadhatil hijarah apabila batu menjadi panas karena matahari.
10. Syawwal bulan ke 10. Dinamakan syawwal karena waktu itu onta berkurang dan kering susunya. Ada juga arti yang kedua yaitu syawwal. Dari kata شول yang artinya mengangkatnya. Bulan syawwal adalah bulan peningkatan.
11. Zul Qa’dah: dinamakan seperti itu. Karena orang arab ketika itu berdiam dari berperang mereka menganggapnya sebagian dari bulan-bulan haram.
12. Zul Hijjah bulan ke 12. Karena orang arab mengenal haji pada bulan ini.
Bulan haram ada 4 : muharram, dzul qa’dah, dzul hijjah dan rajab. Didalam bulan-bulan ini diharamkan terjadinya pertumpahan darah.

Saturday, November 15, 2008

renungan-renungan Al-Quran 1

Renungan-renungan Al-Qur’anتأملات قرآنية
Oleh: H.Rachmat Morado Sugiarto,Lc.MA

Biodata singkat penulis

Kelahiran Depok, 6 februari 1982.
Pendidikan:

SDN Mekarjaya 7 Depok 1987-1993.
MTS Al-Hamidiyah Sawangan Depok 1993-1996.
MAK (Madrasah Aliyah Keagamaan) Darussalam Ciamis Jabar 1996-1999.
S1 Jurusan Hadits, Fakultas Ushuluddin, Universitas Al-azhar Kairo Mesir 1999-2003.
S2 Konsentrasi Studi Quran Jurusan Studi Islam Fakultas Adab dan Humaniora,
Universitas Maulay Ismail Meknes Maroko 2004-2007.

Pengalaman mengajar:

Guru Tahfizh Al-Quran di SMP-SMA Madina Islamic School Tebet 2007 sampai sekarang.
Dosen Tahsin dan Tahfizh Al-Quran, Ilmu Al-Qur’an dan Ilmu Hadits di STAI
(Sekolah Tinggi Agama Islam) Al-Qudwah Depok 2007 sampai sekarang.
Dosen Agama Islam di Universitas Indraprasta PGRI Tanjung Barat Jakarta Selatan 2008 sampai sekarang





Kontak:

Email : ibnu_abidaud@yahoo.com
Blog : www.everythingaboutrachmat.blogspot.com

Definisi Al-Qur’an

• Al-Qur’an dalam bahasa berarti : membaca dan mengumpulkan
• Adapun dalam istilah:
• Perkataan Allah yang diturunkan kepada nabi Muhammad S.A.W dengan perantaraan Jibril A.S. dengan jalan yang mutawatir (yang diriwayatkan -ditransfer- oleh jumlah yang besar pada setiap generasinya yang tidak memungkinkan adanya kebohongan)

Oleh sebab itu Al-Qur’an :
Dari definisi Al-Qur’an yang telah disebutkan jelaslah bahwa Al-Qur’an adalah wahyu yang hanya di turunkan kepada nabi Muhammad S.A.W
-Tidak ada keraguan satu huruf pun di dalam Al-Qur’an, karena Al-Qur’an diriwayatkan (di transfer) oleh banyak orang pada setiap generasinya.
-Al-Qur’an tidak ditambah dan tidak dikurang setelah Rasulullah S.A.W wafat.

Bahasa Al-Qur’an:

Bahasa Al-Qur’an adalah bahasa arab dengan beberapa dialek yang ada pada zaman rasulullah S.A.W. hal ini yang disebut dalam ilmu Al-Qur’an dengan “turunnya al-qur’an dengan 7 huruf”. juga dalam pembahasan riwayat 10 yang mutawatir.

Dari Abdurrahman bin Abdil Qari` ia berkata saya mendengar ‘Umar bin Al-Khattab R.A berkata: saya mendengarkan Hisyam bin Hakim bin Hizam membaca surah Al-Furqan berbeda dengan bacaan yang saya baca yang rasulullah S.A.W ajarkan kepada saya. Hampir saja saya ingin mendatangi rasulullah S.A.W kemudian aku menundanya sampai ia pergi. Aku pun memakaikan mantelnya dan mendatangi rasulullah S.A.W dengannya. Aku berkata: saya mendengarkan orang ini membaca al-qur’an tidak sama dengan apa yang engkau bacakan kepadaku.Rasul pun berkata kepadaku : hadapkan orang itu kesini. Kemudian Rasul mengatakan kepadanya ; bacalah! Kemudian ia membaca. Rasulullah mengatakan : beginilah Al-Qur’an diturunkan. Rasulullah berkata kepadaku: bacalah. Maka aku membaca.Rasul berkata beginilah Al-Qur’an diturunkan. Sesungguhnya Al-Qur’an diturunkan dengan 7 huruf. Maka bacalah yang termudah darinya. (H.R.Bukhari)


Al-Qur’an adalah Mu’jizat

Mu’jizat adalah hal yang luar biasa,menantang dan tidak tertandingi yang diberikan kepada nabi untuk membuktikan kenabiannya. Mu’jizat nabi Muhammad S.A.W adalah Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia.

Mu’jizat Al-Qur’an

• Berkaitan dengan sastranya yang tinggi yang mengalahkan para ahli sastra,pujangga pada zaman itu. (Qs: 17;88) , (Qs:11;13), (Qs:2;23)
Berkaitan dengan cara penyusunannya.
• Berkaitan dengan isinya. Yang mencakup petunjuk bagi manusia. Yang disebutkan oleh ahli ilmu Al-Qur’an
• Cerita tentang umat-umat sebelumnya.
• Kejadian yang akan datang.
• Syari’atnya yang indah.
• Ilmu pengetahuan yang dikandungnya.
• Pengaruh Al-Qur’an kepada manusia .
• Untuk orang yang belum mendalami bahasa arab dan sastranya, mu’jizat al-quran bagi mereka adalah dari segi maknanya .

Mu’jizat Al-Qur’an dari segi maknanya:
Renungan-renungan Al-Qur’an yang menyingkap hal-hal yang mempertebal keimanan seorang muslim.

1.Cara sampai kepada renungan-renungan Al-Qur’an
2.Pertama adalah membacanya berulang-ulang dan berkali-kali.
3.Kedua Membaca arti dan terjemahannya berulang-ulang dan berkali.
4. Beri penekanan kepada ayat-ayat tertentu. Surat-surat tertentu,bagian-bagian tertentu.
5.Memahami perumpamaan-perumpaan Al-Qur’an
6. Dapatkan renungan-renungan.
7.Ayat-ayat renungan

ORANG-ORANG JUJUR

Allah berfirman Qs:5;119=
قال الله هذا يوم ينفع الصادقين صدقهم لهم جنت تجري من تحتها الأنهار خالدين فيها أبدا رضي الله عنهم ورضوا عنه ذلك الفوز العظيم

Allah berfirman : Pada hari ini akan memberikan manfa’at kepada orang-orang yang jujur kejujuran mereka. Bagi mereka surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai..
Jika kita renungi ayat ini, kejujuran mungkin tidak banyak bermanfa’at di dunia ini, terlebih pada zaman sekarang ini. Kebanyakan orang menggunakan kebohongan untuk kepentingannya. Bahkan karena takut untuk mengatakan yang benar (hak) mereka menggunakan kebohongan. Namun kejujuran itu akan sangat bermanfa’at pada hari kiamat. Allah akan buktikan bahwa jujurlah yang memberi manfa’at bagi ahlinya. Ayat ini mengajak kita untuk selalu konsisten dengan kejujuran. Agar kita bisa selamat nanti hari kiamat.

TEMPAT DUDUK KEJUJURAN DI SURGA
Allah berfirman (QS:54;55)

إن المتقين في جنات ونهر في مقعد صدق عند مليك مقتدر

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa di surga-surga dan sungai. Di tempat duduk kejujuran disisi Maha raja yang maha menguasai
Ayat ini jika kita renungi Allah sangat memuliakan kejujuran. Sehingga allah namakan tempat duduk orang yang bertakwa disisinya dengan tempat duduk kejujuran. Walaupun kebanyakan ahli tafsir menafsirkan dengan tempat duduk kemulian. Sekali lagi Allah mengajak kita agar selalu jujur untuk mencapai ketakwaan. Juga bisa disimpulkan bahwa tidaklah bertakwa kecuali orang yang jujur.

Sodaqah
Qs:34;39 (surah saba’)
قل إن ربي يبسط الرزق لمن يشاء من عباده ويقدر له وما أنفقتم من خير فهو يخلفه وهو خير الرازقين

Katakanlah sesungguhnya Tuhan-ku meluaskan rizki bagi orang yang ia kehendaki dan yang meyempitkannya. Dan apa saja yang engkau infak kan dari kebaikan maka Ia akan menggantinya dan Ia lah sebaik-baiknya pemberi rizki.
Jika kita dalami kata “dan apa saja yang engkau infak kan dari kebaikan maka Ia akan menggantikannya” . Maka kita akan meyakini bahwa orang yang bersedekah tidak akan rugi bahkan harta yang sudah dikeluarkan akan digantikan oleh Allah di Dunia dan di Akhirat. Jika kita meyakini dan mengimani ayat ini dengan sebenar-benarnya Allah akan menunjukkan kepada kita bagaimana harta yang kita keluarkan akan Allah ganti tak lama setelah kita kita bersedekah bahkan bilangannya berlipat.

SEDEKAH MENDATANGKAN KEMUDAHAN
Qs:65;7 surah At-Thalaq
لينفق ذو سعة من سعته ومن قدر عليه رزقه فلينفق مما آتاه الله لا يكلف الله نفسا إلا ماآتاها سيجعل الله بعد عسر يسرا
Agar berinfak orang yang mempunyai keluasan rizki. Dan orang yang sedikit rizkinya maka hendaklah ia berinfak dengan apa yang Allah berikan kepadanya. Allah tidak akan membebani seseorang kecuali dengan apa yang Allah berikan kepadanya. Allah akan menjadikan kemudahan setelah kesusahan. Ayat ini kalau kita renungi dari awal sampai akhir ayatnya adalah perintah untuk berinfak dalam keadaan lapang rizki ataupun tidak lapang. Allah akan menjadikan kemudahan setelah kesusahan. Artinya Allah akan mempermudah urusan-urusan orang yang bersedekah.

Kesusahan akan mendatangkan kemudahan
Qs:94;5-6 surah asy-Syarh (insyirah)
فإن مع العسر يسرا إن مع العسر يسرا
Maka sesungguhnya dengan kesusahan ada kemudahan. Sesungguhnya dengan kesusahan ada kemudahan.
Ulama nahwu mengatakan; yang ma’rifah apabila diulang maka yang kedua itu adalah yang pertama. Namun apabila nakirah itu diulang maka yang kedua bukanlah yang pertama. Artinya kesusahan disini sekali, namun akan mendatangkan dua kemudahan. Allah meyakinkan itu dengan taukid (penegasan) dengan فإن dan إن, namun banyak orang yang meragukan itu dan justru putus asa. Padahal Allah sudah menjanjikan itu.

Hidup di Dunia dipenuhi perhiasan yang keji
Qs:5;100 surah Al-Maidah
قل لا يستوي الخبيث والطيب ولو أعجبك كثرة الخبيث فاتقوا الله يآ أولى الألباب لعلكم تفلحون
Katakanlah wahai Muhammad S.A.W tidaklah sama yang keji dengan yang baik. Walaupun banyak hal yang keji yang membuatmu takjub. Maka bertakwalah wahai yang mempunyai akal agar kamu bertakwa.
¢ Jika kita renungi ayat ini sering kita dapatkan di dunia ini hal yang indah namun itu keji dan diharamkan Allah. Misalnya korupsi. Itu adalah satu kenikmatan bagi pelakunya. Namun hal itu adalah keji. Ini menunjukkan bahwa di dunia banyak hal yang indah namun itu keji. Kebalikannya banyak hal yang tidak menakjubkan namun itu baik dan thayyib.

Ilmu tidak pernah mengenal umur
Qs:2;74

ثم قست قلوبكم من بعد ذلك فهي كالحجارة أو أشد قسوة
وإن من الحجارة لما يتفجر منه الأنهار وإن منها لما يشقق فيخرج منه الماء وإن منها لما يهبط من خشية الله وما الله بغافل عما تعملون
Kemudian hati kalian menjadi keras seperti batu atau lebih keras. Sesungguhnya dari batu ada yang berpancar darinya sungai-sungai. Sesungguhnya darinya ada yang terbelah maka keluar darinya air. Diantara air ada yang jatuh karena takut kepada Allah. Dan tidaklah Allah lalai atas apa yang kalian perbuat.
Lihatlah perumpaan yang sempurna ini. Allah menjelaskan bahwa batu yang keras saja bisa memancarkan air. Ada juga yang terbelah mengeluarkan air. Ilmu adalah air yang mengalir. Batu adalah otak yang susah untuk menerima. Setidak cerdas apapun otak ini karena umur atau yang lainnya ia akan menerima ilmu dengan usaha yang berkelanjutan. Dulu kita sering mendengar menuntut ilmu diwaktu kecil seperti mengukir diatas batu, belajar di waktu kecil seperti mengukir di atas air.Ini tidak sesuai dengan prinsip ayat ini yang selalu memberi semangat untuk menuntut ilmu.

Orang yang senang di dunia bukan berarti Allah meridhainya

Qs:28;61 (surah al-qashas)
أفمن وعدناه وعدا حسنا فهو لاقيه كمن متعناه متاع الحياة الدنيا ثم هو يوم القيامة من المحضرين
Apakah orang yang kami janjikan dengan janji yang baik seperti orang yang kami berikan kepadanya keindahan (kesenangan) kehidupan dunia kemudian ia pada hari kiamat ia termasuk orang-orang yang dihadirkan untuk neraka.
Bagian yang pertama. orang yang beriman yakin dengan apa telah Allah janjikan kepadanya walaupun mereka tidak bisa hidup enak dan senang. Dia yakin akan bertemu Allah di surga.
Bagian kedua dari ayat ini. Orang yang hidupnya senang didunia ini belum tentu dia akan selamat di akhirat dari api neraka. Juga bukan berarti Allah meridhai apa yang ia perbuat. Karena ukuran ridha dalam ayat ini adalah keselamatannya nanti di akhirat. Oleh sebab itu kita jangan kaget apabila kita banyak dapatkan di dunia ini orang yang melakukan segala bentuk macam dosa, korupsi ,judi dan dosa-dosa lainnya namun ia senang. Hidup enak. Tidak terkena musibah. Itu semua tidak bisa menjadi ukuran. Karena yang menjadi ukuran adalah “kemanakah ia akan ditempatkan nanti di akhirat? Apakah ia kesurga atau ke neraka?


Allah mencintai hambanya yang berusaha dengan terorganisir dan termanage

Qs:61;4 (surah as-shaff)
إن الله يحب الذين يقاتلون في سبيله صفا كأنهم بنيان مرصوص.
Sesungguhnya Allah mencintai orang yang berjihad di jalan-Nya dengan ber shaf-shaf (barisan-barisan yang teratur) seakan-akan mereka adalah bangunan yang tersusun kokoh.
Jihad adalah perjuangan. Bukan hanya di medan perang. Namun juga mencakup perjuangan di dalam hidup ini. Usaha, Perbuatan, Rencana, proyek harus dijalani dengan teratur, ter-manage dan ter-oganisir untuk mendapatkan hasil yang optimal. Allah mencintai usaha yang terorganisir dan termanage.


Banyak renungan-renungan lain yang belum terungkap
-Semakin banyak kita merenungi Al-Qur’an semakin banyak petunjuk yang kita dapat dalam kehidupan ini.
- Semakin banyak kita merenungi Al-Quran semakin kuat keimanan kita dan ketakwaan kita kepada Allah.
- Semakin banyak kita merenungkan Al-Qur’an semakin besar husnuzzhan kita kepada sang pencipta.
-Semakin banyak kita merenungi Al-Qur’an semakin yakin kita akan janji Allah.

-Renungilah Al-Qur’an lebih banyak lagi. Semoga Allah menyinari kehidupan kita dengan petunjuk-Nya.
- Semoga Allah menampakkan kepada kita semua rahasia-rahasia Al-Qur’an sehingga kita merasakan keindahannya.
والحمد لله رب العالمين

Saturday, November 8, 2008

serial penjelasan hadits arba'in hadits 21

Hadits 21
Istiqamah dan Iman
عَنْ سُفْيَانَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الثَّقَفِيِّ قَالَ
قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قُلْ لِي فِي الْإِسْلَامِ قَوْلًا لَا أَسْأَلُ عَنْهُ أَحَدًا بَعْدَكَ وَفِي حَدِيثِ أَبِي أُسَامَةَ غَيْرَكَ قَالَ قُلْ آمَنْتُ بِاللَّهِ فَاسْتَقِمْ
Dari Sufyan bin Abdullah Ats-Tsaqafi ia berkata: saya berkata: Wahai Rasulullah katakanlah dalam Islam satu perkataan yang tidak akan aku tanyakan tentang itu kepada seseorang setelahmu (dalam hadits Usamah kepada seseorang selainmu). Bersabdalah Rasulullah S.A.W : katakanlah “saya beriman kepada Allah maka istiqamah-lah (H.R.Muslim)
Penjelasan:
Arti istiqamah
Istiqamah dalam bahasa arab berarti lurus seperti dalam firman Allah S.W.T:
إهدنا الصراط المستقيم
Tunjukan kami jalan yang lurus.
Dalam istilah adalah:
Tetap dan teguh dalam syari’at Allah sebagaimana yang diperintahkan Allah dilandasi dengan ikhlas (Dr.Fahl). Istiqamah juga diartikan dengan teguh dalam ta’at. Istiqamah juga diartikan mengikuti sunnah-sunnah Rasulullah S.A.W (AL-Qari). Juga diartikan dengan menempuh jalan yang lurus yaitu agama yang lurus tanpa berbelok dari jalan itu ke kanan atau ke kiri, dan itu mencakup melakukan ta’at secara keseluruhan baik yang zhahir (Nampak) ataupun yang bathin (yang tidak Nampak) (ibnu rajab). Istiqamah juga mengamalkan syari’at secara sempurna tanpa berpaling darinya sejengkalpun (ibnu ‘asyur).
Pembagian istiqamah:
Istiqamah hati
Yaitu istiqamah dalam tauhid. apabila hati benar-benar mengenal Allah, takut kepada-Nya, mengagungkannya, mengharapkannya, berdo’a kepadanya, pasrah diri kepada-Nya, berpaling dari selain-Nya maka seluruh anggota tubuh akan beristiqamah. Hati adalah rajanya anggota tubuh. Anggota tubuh adalah tentaranya. Apabila raja telah istiqamah maka tentara dan rakyatnya akan istiqamah juga. Oleh sebab itu dalam hadits yang telah kita pelajari:
Ingatlah dan sesungguhnya didalam jasad ada segumpal daging apabila segumpal daging itu baik maka baik pula lah seluruh jasad. Apabila segumpal daging itu rusak maka rusak pula lah seluruh jasad . itu adalah hati/jantung.
Istiqamah lisan
Dari anggota tubuh yang paling penting adalah lisan/lidah. Ia adalah yang mengungkapkan dari isi hati dan yang meng ekspresikannya. Dalam riwayat tirmizi dengan tambahan: berkata Sufyan bin Abdullah ats-tsaqafi: apakah yang engkau paling khawatirkan dari diriku? Kemudian rasulullah S.A.W memegang lidahnya sendiri dan mengakatakan “ini” (yang paling aku khawatirkan dari dirimu).
Dalam hadits shahih riwayat imam ahmad dari Anas bin Malik R.A:
لَا يَسْتَقِيمُ إِيمَانُ عَبْدٍ حَتَّى يَسْتَقِيمَ قَلْبُهُ وَلَا يَسْتَقِيمُ قَلْبُهُ حَتَّى يَسْتَقِيمَ لِسَانُهُ وَلَا يَدْخُلُ رَجُلٌ الْجَنَّةَ لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ
Tidaklah lurus iman seseorang sampai lurus hatinya dan tidaklah lurus hatinya sampai lurus lisannya dan tidaklah masuk surga seseorang yang tidak merasa aman dengannya tetangganya.

Faidah-faidah istiqamah:
a. Istiqamah adalah keteguhan dan kemenangan
b. Orang yang istiqamah akan dihindarkan dalam hidup mereka dari ketakutan dan kesedihan
c. Orang yang istiqamah akan dimasukkan surga
Allah berfirman dalam surah fushilat ayat 20-21 yang artinya:
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan Tuhan kami adalah Allah kemudian mereka beristiqamah akan turun kepada mereka para malaikat (yang berkata); janganlah engkau takut dan sedih dan bergembiralah dengan surga yang telah dijanjikan kepada kalian.
Kami adalah pelindung kalian di dunia dan di akhirat dan bagi kalian di dalamnya apa yang kalian inginkan dan bagi kalian apa yang kalian panggil”.
Pentingnya istiqamah:
Tidak ada sesuatu yang menunjukkan pentingnya istiqamah lebih dari perintah Allah S.W.T kepada nabi-Nya untuk ber istiqamah dalam firmannya surah hud ayat 112: فاستقم كما أمرت
“maka istiqmah-lah sebagaimana yang engkau telah diperintahkan”..
Pelajaran dari hadits:
Semangat sahabat dalam mempelajari agama dan menjaga keimanan mereka.

serial penjelasan hadits arba'in hadits 20

Pengajian hadits
Masjid al-falah
2 agustus 2008

Hadits yang ke 20

Rasa Malu

عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ (عقبة بن عمرو[1] رضي الله عنه)
قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ مِمَّا أَدْرَكَ النَّاسُ مِنْ كَلَامِ النُّبُوَّةِ إِذَا لَمْ تَسْتَحْيِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ
Dari Abu Mas’ud R.A telah bersabda nabi S.A.W sesungguhnya dari apa yang diketahui manusia dari perkataan nabi : apabila engkau tidak malu maka kerjakanlah apa yang engkau inginkan.. H.R.Bukhari


Penjelasan :

Yang dimaksud dengan yang diketahui manusia dari perkataan nabi adalah peninggalan perkataan para nabi pada umat-umat terdahulu dan ditetapkan dalam syari’at Islam.
Perkataan ini tidak dimaksud secara lahirnya. Akan tetapi gaya bahasa ini adalah ancaman dan peringatan seperti perkataan orang tua kepada anaknya yang malas dan tidak mau belajar “ya udah, gak usah belajar” hal ini tidak dimaksudkan zhahirnya akan tetapi adalah sebagai ancaman bagi anak itu..
Orang yang tidak mempunyai rasa malu maka ia akan melakukan yang ia inginkan dan tidak akan menghiraukan apapun.
Pelajaran dari hadits ini adalah bahwa rasa malu adalah bagian syariat-syariat terdahulu.
Seorang manusia hendaklah menjadi orang yang jelas dan terbuka, apabila ada suatu hal yang tidak perlu sikap malu maka kerjakanlah selama itu tidak ada kemafsadahan (pengrusakan).

Adapun hadits –hadits yang berkaitan dengan hadits ini:

Dari Zuhri dari salim dari bapaknya (Abdullah bin Umar R.A) : nabi mendengarkan seseorang menasihati saudaranya untuk malu maka bersabdalah rasulullah S.A.W : malu adalah bagian dari iman. (H.R.Bukhari dan Muslim)

Dari anas bin malik R.A ia berkata telah bersabda rasulullah s.a.w : tidaklah ketidak senonohan pada sesuatu kecuali akan membuatnya jelek dan tidaklah rasa malu pada sesuatu kecuali menjadinya indah.

Dalam musnad ahmad dengan sanad yang shahih dari Imran bin hushain ia berkata: rasulullah S.A.W bersabda: malu adalah baik seluruhnya.


Dalam ilmu tidak boleh malu :

Dalam bukhari (mua’allaqan)[2] aisyah berkata: sebaik-baiknya perempuan adalah perempuan Anshar mereka tidak pernah dihalangi rasa malu dalam memperdalam agama..
Mujahid mengatakan (dalam bukhari mu’allaqan)[3] : tidak mempelajari ilmu orang yang malu dan yang sombong.

Malu ketika mandi:

Dari abdul malik bin abi sulaiman al-‘arzami dari ‘atha dari Ya’la sesungguhya rasulullah S.A.W melihat seseorang mandi ditempat terbuka tanpa sarung (penutup) maka rasulullah naik mimbar maka ia memuji Allah kemudian rasulullah S.A.W bersabda: sesungguhnya Allah pemalu penutup mencintai malu dan menutup maka apabila seseorang diantara kamu mandi maka . (Abu Dawud dalam As-Sunan) (Hadits Shahih).

Dari Abdullah bin Dinar dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dari nabi S.A.W bersabda: Iman ada 65 cabang dan malu adalah cabang dari iman.

Busyair bin ka’b (salah seorang tabi’in) berkata: tercatat dalam buku hikmah: sesungguhnya dari rasa malu itu ada rasa tenang.

Dengan masuknya bulan ramadhan ini kita tingkatkan rasa malu kita kepada Allah. Banyak mendekatkan diri kepada Allah, meninggalkan segala ketidak senonohan , makian , cercaan. Sikap malu itu dapat menghalangi orang yang memilikinya dari api nekara. Orang yang punya rasa malu ketika ia akan mengerjakan sesuatu dia akan bertanya pada dirinya apakah ini pantas ?. kita tidak ingin melihat pemandangan makan makanan tanpa udzur syar’i di tengah hari bulan ramadhan.

Semoga Allah menjadikan kita orang yang selalu mempunyai rasa malu sehingga kita dapat menjalankan bulan ramadhan ini dengan sebaik-baiknya..


[1] Uqbah bin Amr abu mas’ud. Ikut perang badar (sebagaimana dikatakan oleh Imam Al-Bukhari) juga ikut bai’ah aqabah yang ke 2. Wafat di kufah tahun 10 hijriyah.
[2] Di washalkan (di sambung sanadnya) oleh Imam Muslim dalam shahihnya dalam kitab al-haidh
حدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى وَابْنُ بَشَّارٍ قَالَ ابْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ الْمُهَاجِرِ قَالَ سَمِعْتُ صَفِيَّةَ تُحَدِّثُ عَنْ عَائِشَةَ.. فقالت عائشة..

[3] Di washalkan (di sambung sanadnya) oleh abu nu’aim dalam al-hilyah dari jalan
عَلِيّ بْن الْمَدِينِيّ عَنْ اِبْن عُيَيْنَةَ عَنْ مَنْصُور عَنْ مجاهد